LeBron James telah beberapa kali mengatakan selama bertahun-tahun bahwa tujuannya adalah untuk dikenang sebagai GOAT (Greatest Of All Time), dan dia percaya telah mendapatkan gelar tersebut. Namun, ada banyak penggemar independen di luar sana masih bimbang antara Jordan, juara enam kali bersama Chicago Bulls, atau LeBron James. Dan, sepertinya LeBron ingin mengakhiri perdebatan tersebut dengan merapat ke Philadelphia.

LeBron percaya telah mencapai puncak kesuksesan itu di Final NBA 2016 ketika dia memimpin Cleveland Cavaliers keluar dari ketertinggalan seri 3-1 untuk mengalahkan Golden State Warriors yang memenangkan 73 pertandingan.

"Juara ini membuatku menjadi pemain terhebat sepanjang masa," kata LeBron James dalam sebuah episode serial "More Than an Athlete" pada tahun 2018.

Sayangnya, delapan tahun kemudian, LeBron masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan. Ini adalah perdebatan di olahraga yang tidak akan pernah benar-benar terselesaikan. Dan itulah keindahan dari semuanya. Memeringkat tokoh-tokoh raksasa dari era yang berbeda mungkin merupakan hal yang konyol bagi sebagian orang, tetapi jenis perdebatan ini juga merupakan inti dari olahraga.

Pada saat yang sama, kasus Jordan versus LeBron tampaknya menjadi urusan serius bagi miliarder berusia 41 tahun itu, yang baru saja setuju untuk menerima pemotongan gaji hampir 49 juta Dolar AS, untuk membantu Philadelphia 76ers mencoba memenangkan kejuaraan pertama mereka sejak 1983. Karena hal itu bisa memperkuat posisinya sebagai yang terhebat di antara yang terhebat.

Itulah mengapa dia mengumumkan pekan lalu bahwa setelah 23 musim di NBA, termasuk delapan musim bersama Los Angeles Lakers, dia masih cukup mencintai permainan ini untuk terus bermain. Dia mengatakan penandatanganan kontraknya dengan Sixers tidak ada hubungannya dengan keluarga atau uang. Dia mengatakan dia ingin menang lagi.

Cincin juara bukan hanya digunakan sebagai tolok ukur oleh penggemar. Di hari-hari terakhirnya sebagai pemain New York Yankee, Derek Jeter mengatakan bahwa temannya Michael Jordan, bahwa "terus-menerus mengingatkan saya bahwa dia memiliki enam dan saya memiliki lima." 

Pemain shortstop itu mengatakan bertahun-tahun sebelumnya bahwa satu-satunya tujuannya adalah mengalahkan rekor Yogi Berra untuk jumlah gelar juara. Berra kemudian menggoda Jeter tentang keunggulannya 10-5 dalam jumlah cincin World Series.

Segera setelah mendiang Kobe Bryant memenangkan gelar kelimanya bersama Lakers, dia berkata tentang mantan rekan setimnya, Shaquille O'Neal bahwa "Saya baru saja mendapatkan satu gelar lebih banyak daripada Shaq. Jadi, Anda bisa yakin akan hal itu."

Untungnya bagi Jordan dan LeBron, Bill Russell jarang disebut dalam perdebatan tentang pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) karena ada sesuatu tentang 11 cincin juara. Jadi, bahkan dalam olahraga tim yang memungkinkan superstar individu memiliki kendali paling besar atas nasibnya, tidak bisa hanya bergantung pada jumlah cincin juara.

Jordan unggul 6-4 atas LeBron dalam hal gelar juara, unggul 6-4 dalam hal trofi MVP Final, dan unggul 5-4 dalam hal MVP Musim Reguler. Namun, dengan bermain delapan musim lebih lama daripada Jordan, LeBron mengunggulinya dalam semua aspek ketahanan sebagai pemenang terbesar liga (rekor 1.236 kemenangan gabungan musim reguler dan pascamusim dibandingkan dengan 825 milik Jordan) dan pencetak poin terbanyak (rekor 51.961 poin gabungan musim reguler dan pascamusim dibandingkan dengan 38.279 milik Jordan).

Intinya, jika LeBron James benar-benar membantu 76ers memenangkan kejuaraan, maka perdebatan akan usai. "Argumennya sebagai pemain terhebat dalam sejarah NBA akan mendapatkan dorongan yang sangat kuat, ketika 76ers juara," tulis David Aldridge dari The Athletic.

Sedangkan Analis ESPN, Brian Windhorst, memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, tidak satu pun pendukung Michael Jordan akan tiba-tiba tunduk, dan mengakui LeBron James sebagai GOAT, hanya ketika "Sang Raja" bisa menjadi pemain NBA pertama yang memenangkan gelar dengan empat franchise berbeda. (tor)

Foto: nj.com

Komentar