Kawhi Leonard punya kesempatan memilih masa depan yang lebih panjang. Detroit Pistons dan Minnesota Timberwolves dilaporkan pernah menawarkan kontrak baru. Namun, Kawhi justru memilih pulang ke Toronto Raptors.

Raptors memang memiliki kenangan indah bersama 35 tahun tersebut. Kawhi meraih satu dari dua gelar NBA bersama Raptors. Momen bersejarah itu terjadi pada 2019. Selain membawa trofi Larry O’Brien, Kawhi juga dinobatkan sebagai MVP Final NBA 2019 usai menundukkan Golden State Warriors.

Informasi mengenai tawaran Timberwolves dan Pistons itu diungkapkan oleh Shams Charania dari ESPN. Menurut Charania, keputusan Kawhi bukan semata soal kontrak atau peluang bermain dengan klub tertentu.

Baca juga: Adam Silver Tegaskan Sanksi Clippers dan Kawhi Sudah Final

“Ini sepenuhnya merupakan langkah untuk membangun warisan bagi Kawhi. Ada beberapa tim, Detroit, Minnesota, dan tim lainnya, yang tertarik untuk mendapatkan Kawhi lewat pertukaran. Bahkan ingin merekrutnya dan memberinya perpanjangan kontrak,” ujar Charania.

Tetapi Kawhi sudah menentukan bahwa tujuannya adalah Toronto. Dalam pertukaran yang terjadi pada Juli alu, Los Angeles Clippers menukar Kawhi sebagai ganti Brandon Ingram, Gradey Dick, dan lima hak pilih dari Raptors.

Kasus pelanggaran salary cap Clippers membuat transaksi tersebut tertunda. Setelah NBA menyelesaikan penyelidikan dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat, termasuk denda 700 ribu Dolar AS untuk Kawhi, pertukaran ke Raptors pun rampung pada pekan ini.

Baca juga: Danilo Gallinari Masih Kesal Gara-gara Kawhi Leonard

Menurut beberapa laporan, Kawhi rela kehilangan sekitar 7,4 juta Dolar AS untuk mewujudkan kepulangannya ke Toronto. Di sisi lain, Timberwolves dan Pistons bersedia memberikan kontrak jangka panjang.

Timberwolves memiliki alasan kuat untuk mengejar Kawhi. Tim asuhan Chris Finch itu mempunyai Anthony Edwards sebagai bintang utama. Mereka sedang membangun tim kompetitif di Wilayah Barat.

Pistons menjadi salah satu tim yang dikaitkan dengan Kawhi karena membutuhkan tambahan pemain sayap berpengalaman. Mereka baru saja mencatat musim reguler terbaik dengan finis di posisi teratas klasemen serta memiliki Cade Cunningham sebagai fondasi tim.

Sementara itu, Kawhi datang ke Toronto setelah menjalani musim produktif bersama Clippers. Pada musim 2025-2026, Kawhi mencatat rata-rata 27,9 poin, 6,4 rebound, dan 3,6 assist dalam 65 pertandingan.

Bagi Raptors, kepulangan Kawhi sekaligus membuka babak baru. Bagi Kawhi sendiri, keputusan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali ke tempat di mana salah satu halaman terbesar dalam kariernya pernah ditulis. (rag)

Foto: NBA

Komentar