Sudah terlalu sering mendengar kabar Dennis Schroder berganti seragam. Kali ini Cleveland Cavaliers menukar pemain asal Jerman itu ke Charlotte Hornets. Schroder sudah pindah tim enam kali dalam kurun waktu 20 bulan. Ia pun mendapat julukan sebagai journeyman.

Cavaliers sepakat menyerahkan Schroder serta sejumlah uang tunai untuk Hornets. Sebagai gantinya, Cavaliers mendapatkan Tre Mann. Pertukaran tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (14/8) waktu setempat.

Cavaliers melepas Schroder untuk memangkas beban finansial tim. Dengan keluar dari second apron, Cavaliers mendapatkan fleksibilitas untuk mengutak-atik roster. Kebutuhan itu semakin kuat setelah musim lalu Cavaliers disapu bersih Knicks di Final Wilayah Timur.

Baca juga: Pembalasan Dennis Schroder Dengan Menyingkirkan Pistons di Playoff

Perpindahan itu membuat Schroder berganti seragam hampir separuh dari tim peserta NBA. Ia memperkuat tim ke-12 dalam 13 musim di NBA. Schroder hanya berjarak satu tim dari rekor Ish Smith yang pernah bermain untuk 13 tim berbeda dalam kurun waktu 2010-2024.

Schroder mulai sering berpindah tim dalam tujuh tahun terakhir. Ia masuk sebagai pemain Atlanta Hawks setelah menjadi No. 17 NBA Draft 2013. Kemudian Schroder mengalami sembilan kali pertukaran.

Pertukaran ke Hornets menempatkan Schroder di jajaran pemain dengan frekuensi pertukaran tertinggi dalam sejarah NBA. Ia hanya berada di belakang Trevor Ariza yang tercatat 11 kali ditukar.

Selama 13 tahun di Amerika Serikat, North Carolina menjadi negara bagian kesembilan yang ditinggali oleh Schroder. Adapun Charless Lee akan menjadi pelatih ke-12 Schroder selama berkarier di NBA.

Baca juga: Dennis Schroder Ditukar Untuk Kedelapan Kalinya

Schroder pernah berpindah dari Brooklyn Nets ke Golden State Warriors pada Desember 2024. Kemudian ke Detroit Pistons pada Februari 2025. Setelah itu ia bergabung dengan Sacramento Kings pada musim panas 2025 sebelum kembali ditukar ke Cleveland Cavaliers pada Februari 2026.

Schroder hanya bermain 30 gim di Cavaliers pada paruh kedua musim lalu. Meski sering pindah klub, Schroder sebenarnya tidak buruk. Ia mencatat rata-rata karier 13,7 poin dan 4,9 asis dalam 912 pertandingan.

Ia juga menjadi sosok penting di timnas Jerman. Schroder merupakan MVP saat Jerman menjadi juara Piala Dunia FIBA 2023.

Situasi Schroder ini unik. Ia bukan tidak punya kualitas. Ia cukup bagus sebagai pemain cadangan bagi tim yang mengejar juara. Tetapi ia belum cukup konsisten untuk membuat tim mempertahankannya dalam jangka panjang.

Dalam situasi tertentu, kemampuannya sebagai ball handler dan pencetak angka tetap berguna. Tetapi kelemahannya semakin mudah terekpose ketika memasuki pertandingan playoff. (rag)

Foto: NBA

Komentar