Kekalahan di Final NBA 2026 begitu membekas di benak Victor Wembanyama. Pemain San Antonio Spurs itu mengakui jeda antarmusim kali ini terasa begitu berbeda karena ia belum benar-benar bisa meninggalkan kekalahan 4-1 dari New York Knicks tersebut.
Bagi Wembanyama, kekalahan tersebut memang bukan sesuatu yang bisa begitu saja dilupakan. Tetapi Defensive Player of the Year 2026 itu memilih menghadapinya dan menjadikannya bagian dari proses menuju musim baru.
“Saya beberapa kali kesulitan tidur atau merasakan emosi yang berat. Tetapi pada titik tertentu, Anda harus menerima bahwa Anda memang harus melewatinya dan merasakan semuanya. Kami tidak ingin menghindar dari apa pun,” kata Wemby.
Baca juga: Tiket Spurs vs Pelicans di Paris dan Manchester Ludes Terjual
Sebenarnya Spurs sudah melampaui ekspektasi pada musim lalu. Mereka mencapai Final NBA 2026 dengan skuad muda yang dipimpin pemain yang baru berusia 22 tahun. Tapi perjalanan itu berakhir pahit karena Knicks lebih unggul dalam kedalaman tim.
Wemby juga bermain impresif sepanjang seri tersebut. Pemain asal Prancis tersebut membukukan rata-rata 26 poin, 11,2 rebound, dan 3,6 blok per gim. Tetapi statistik tersebut tidak cukup untuk membawa Spurs merebut gelar.
Salah satu luka terbesar datang pada Gim 4 Final NBA 2026. Spurs sempat unggul 29 poin sebelum Knicks melakukan comeback terbesar dalam sejarah Final NBA dan menang 107-106 di San Antonio.
Baca juga: Enam Rekor Legenda NBA yang Dipatahkan Victor Wembanyama di Musim Ketiga
Kekalahan itu menjadi pengalaman pahit bagi Wemby dan rekan-rekannya. Tetapi Spurs tidak ingin membiarkannya berlalu tanpa pelajaran. Mereka bahkan membangun kembali kebersamaan selama jeda antarmusim dengan kegiatan di Prancis.
“Kami harus melewati beberapa emosi dan sebagian harus dilakukan sendiri. Tetapi sangat bagus bisa melakukannya sebagai sebuah tim. Banyak hal positif dari semua yang kami lakukan musim panas ini,” ujar Rookie of the Year 2024 itu.
Sejak terpilih sebagai top pick NBA Draft 2023, Wemby tidak pernah menyembunyikan ambisinya. Bukan sekadar membawa Spurs ke playoff atau Final NBA. Ia ingin menjadi yang terbaik dan memenangkan gelar.
Kekalahan musim lalu justru menjadi bahan bakar tambahan. Baginya rasa sakit setelah gagal menjadi juara justru memberikan motivasi yang sulit dicari dari tempat lain. “Saya tidak bisa membayangkan motivasi yang lebih baik,” pungkasnya. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502