Ime Udoka kembali bekerja sama dengan Marcus Smart. Setelah berkolaborasi di Boston Celtics, pertemuan pelatih dan pemain tersebut kini terjadi di Houston Rockets. Udoka berharap Smart bisa menjadi sosok penting di tim barunya.
“Dia pemain hebat dan memenuhi banyak kriteria yang kami butuhkan. Terutama untuk mengatasi banyak hal yang kurang dari kami musim lalu. Kemampuan bertahannya sangat fleksibel tentu menjadi sesuatu yang sangat besar bagi kami,” kata Udoka dalam SpaceCity Home Network.
Smart bergabung dengan Rockets melalui kontrak dua tahun senilai 12,4 juta Dolar AS. Kesepakatan itu memiliki opsi pemain di tahun kedua. Sebelumnya Smart memilih keluar dari Los Angeles Lakers untuk masuk bursa free agency.
Baca juga: Fred VanVleet Bawa Kabar Baik untuk Houston Rockets
Udoka memiliki ekspektasi besar dari kehadiran Smart. Defensive Player of the Year 2022 itu bukan sekadar menambah kedalaman skuad Rockets. Udoka melihat Smart bisa mengisi peran penting yang ditinggalkan Dillon Brooks.
“Dia bisa bermain bersama banyak kombinasi pemain yang berbeda dan mampu menjadi sosok yang menentukan standar permainan. Dia juga membawa banyak hal yang kami kehilangan setelah Dillon Brooks pergi,” lanjut Udoka.
Masa kebersamaan Udoka dan Smart di Boston memang relatif singkat. Udoka ditunjuk sebagai kepala pelatih pada 2021. Sedangkan Smart sudah memperkuat Celtics sejak 2014. Jadi, mereka hanya bersama selama satu musim pada 2021-2022.
Tetapi masa itu berkesan untuk keduanya. Pada musim tersebut, Smart dinobatkan sebagai Pemain Bertahan Terbaik dengan rata-rata 12,1 poin, 3,8 rebound, dan 5,9 asis. Udoka juga membawa Celtics ke Final NBA 2022 setelah melalui musim reguler dengan rekor menang-kalah 51-31.
Baca juga: Membangun Kembali Houston Comets
Sayangnya, Udoka diberhentikan oleh Celtics bukan karena hasil di lapangan. Melainkan melanggar etika dan kebijakan internal klub. Smart sendiri sempat ditukar ke Grizzlies dan Wizards sebelum datang ke Houston.
“Dia adalah salah satu pemain yang setiap malam memberikan tingkat ketangguhan dan permainan fisik tertentu. Selain itu, dia juga merupakan point guard lain yang bisa kami andalkan, pemain dengan IQ bermain yang tinggi, mampu mencetak tembakan, dan membuat permainan-permainan besar,” tutur pelatih 48 tahun tersebut.
Sementara itu, Brooks sebelumnya menjadi salah satu pemain penting dalam pertahanan Rockets. Brooks ditukar ke Phoenix Suns pada musim panas 2025 sebagai bagian dari transfer besar Kevin Durant yang melibatkan tujuh tim.
Udoka memasuki musim keempat bersama Rockets. Musim lalu Rockets memperoleh rekor menang-kalah 52-30. Tetapi Rockets belum bisa melaju jauh di playoff. Dalam dua musim beruntun, Rockets selalu terhenti di ronde pertama. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502