IBL

Kesempatan emas terbuka bagi atlet muda Indonesia yang ingin mengembangkan karier ke level lebih tinggi. Program Kratingdaeng Red Bull Next Generation mencari talenta potensial untuk pendampingan menuju panggung kompetisi yang lebih besar.

Program Next Generation ini ditujukan kepada atlet berusia 18 hingga 25 tahun yang dinilai memiliki potensi besar meski belum banyak dikenal publik. Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh bimbingan dari mentor yang berpengalaman di dunia olahraga profesional.

Salah satu mentor yang terlibat adalah Kim Hobson, sosok yang saat ini berkiprah sebagai Creative Strategist Formula 1 dan pernah menjadi bagian dari tim McLaren. Ia akan bekerja sama dengan Martin Pfeifenberger dan Sigurd Meiche dalam merancang proses pembinaan atlet yang terpilih.

Baca juga: Jakarta Akan Kirim Tiga Wakil di Campus League 2026 Tingkat Nasional

Berbeda dengan program pencarian bakat yang biasanya berfokus pada satu cabang olahraga. Next Generation membuka peluang bagi atlet dari berbagai cabor. Mulai dari atletik, sepak bola, basket, tenis, balap, esports, hingga olahraga paralimpik dapat mengikuti proses seleksi yang dibuka pada Juni 2026.

Program ini lebih menitikberatkan pada pencarian potensi dan karakter atlet dibanding sekadar melihat daftar prestasi. Next Generation dirancang untuk menemukan individu-individu yang memiliki ambisi kuat dan kesiapan berkembang dalam jangka panjang.

Peserta yang berhasil lolos akan mendapatkan berbagai fasilitas pengembangan. Ada sesi mentoring, pelatihan peningkatan kemampuan personal, workshop, dukungan publikasi media, serta program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.

Baca juga: Motivasi Chimaobi Nzekwue Berlaga di High School Basketball Championship 2026

Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI) Arif Ritonga mengatakan sistem pendaftaran terbuka dipilih untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh atlet muda Indonesia.

Menurutnya, proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan pencapaian yang telah diraih peserta. Tetapi juga melihat visi, target, dan komitmen mereka dalam membangun karier olahraga ke depan.

"Melalui program ini kami ingin membantu melahirkan generasi atlet yang memiliki keberanian untuk bermimpi besar dan terus mengejar perkembangan diri," ujar Arif saat peluncuran program di Jakarta Selatan pada Rabu (24/6) itu.

Penyelenggara akan memilih sekitar lima hingga enam atlet terbaik yang diumumkan pada September mendatang. Jumlah peserta yang terbatas tersebut memungkinkan para mentor memberikan perhatian dan pendampingan secara lebih mendalam.

Selain mendapatkan akses pembinaan dari mentor internasional, atlet yang terpilih juga berpeluang mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan yang mendukung target karier mereka.

Program pembinaan akan berlangsung selama satu tahun penuh. Dalam periode tersebut, perkembangan performa, disiplin, dan dedikasi setiap atlet akan dievaluasi secara berkala.

Atlet yang mampu menunjukkan progres positif selama masa pembinaan berpeluang memperoleh dukungan lanjutan guna membantu mereka menembus level kompetisi internasional. (rag)

Komentar