Minnesota Timberwolves melakukan evaluasi besar setelah kegagalan di musim 2025-2026. Pelatih Timberwolves Chris Finch mengakui telah melakukan kesalahan besar dalam peran Anthony Edwards. Kini pertukaran LaMelo Ball diharapkan bisa menjadi solusi untuk memperbaiki hal tersebut di musim berikutnya.
Dalam penampilannya di siniar Road Trippin’ Show, Finch menuturkan bahwa staf pelatih terlalu sering menempatkan Edwards dalam posisi point guard. Keputusan itu memang berhasil. Tapi pada akhirnya justru membebani Edwards di babak playoff.
“Dia memang melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tetapi di playoff dia terus menerus menghadapi double team. Kami harus mengembalikannya ke posisi alaminya yaitu bermain tanpa bola. Kami tidak menciptakan cukup banyak peluang catch and shoot tripoin untuknya” ungkap Finch.
Baca juga: Anthony Edwards dan LaMelo Inisiasi Timberwolves Berlatih di Prancis
Pengakuan Finch itu menjelaskan alasan Timberwolves melakukan pertukaran besar. Mereka mendatangkan LaMelo yang disertai Josh Green dari Charlotte Hornets. Sebagai gantinya, Timberwolves menyerahkan Naz Reid, Mouhamadou Gueye dan hak pilih.
“Ketika melihat statistik LaMelo, efisiensi dan produktivitas tim meningkat. Maksud saya, Kon Knueppel mencatat presentasi tripoin yang 7 persen lebih tinggi saat bermain bersama LaMelo dibandingkan ketika bermain tanpa dirinya,” lanjut Finch.
Menurut Finch, kehadiran LaMelo bukan hanya memberikan kemampuan playmaking elite. Tetapi juga memaksa pertahanan lawan membagi perhatian. Situasi tersebut diyakini akan membuka lebih banyak ruang bagi Edwards untuk menyerang dari posisi favoritnya sebagai shooting guard.
Pelatih berusia 56 tahun itu percaya duet Edwards dan LaMelo berpotensi bisa menjadi salah satu yang paling berbahaya. Selama ini Edwards sering menjadi satu-satunya ancaman utama. Dengan hadirnya LaMelo, lawan tidak lagi bisa memusatkan seluruh perhatian kepada Ant-Man.
Baca juga: Anthony Edwards Mengakui Timberwolves Sulit Mendapatkan LeBron
“LaMelo adalah talenta luar biasa. Kami membutuhkan sosok yang bisa menjadi penghubung permainan. Kami membutuhkan permainan dari seorang point guard. Di Wilayah Barat saat ini, Anda membutuhkan guard bertubuh besar. Dan kami juga membutuhkan kemampuan rebound,” imbuh Finch.
Dengan peran yang lebih jelas, Timberwolves berharap Edwards bisa tampil lebih eksplosif. Sementara LaMelo menjadi otak permainan yang mengatur ritme serangan. Jika kombinasi tersebut berjalan sesuai rencana, Timberwolves optimistis mampu kembali bersaing di papan atas Wilayah Barat musim depan
Timberwolves mencatat rekor dengan mencapai Final Wilayah Barat dua musim beruntun. Namun, pencapaian itu terhenti pada musim lalu. Timberwolves tumbang 4-2 dari San Antonio Spurs di babak semifinal. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502