Krisis keuangan menjadi kunci dari kabar tentang AS Monaco Basket yang muncul akhir-akhir ini. Federasi Bola Basket Prancis (FFBB) telah menolak peninjauan mendesak atas situasi AS Monaco. Akibatnya, juara bertahan Prancis tersebut dilarang mengikuti kompetisi profesional. Monaco kini hanya mampu berkompetisi di divisi ketiga, Nationale 1, musim depan.

Klub bola basket asal Monako, AS Monaco Basket (Roca Team), resmi dikeluarkan dari seluruh kompetisi profesional bola basket Prancis (Betclic Elite dan Elite 2) untuk musim 2026-2027 akibat krisis keuangan yang parah. Keputusan final ini ditetapkan oleh Federasi Bola Basket Prancis (FFBB) dan Badan Pengawas Keuangan LNB (DNCCG) setelah klub gagal memberikan jaminan anggaran yang memadai.

Ada tiga penyebab krisis keuangan yang terjadi di AS Monaco. Pertama ketika otoritas Italia menyita aset senilai €41 juta milik Alexey Fedorychev, pengusaha asal Rusia sekaligus pemilik utama klub. Hal ini memutus aliran likuiditas dan dana talangan utama bagi tim. 

Kemudian yang kedua, Monaco berulang kali dijatuhi sanksi oleh EuroLeague Financial Panel karena ketergantungan dana berlebih dari pemegang saham, serta kegagalan dalam menyerahkan dokumen struktural klub. Ini disebut juga oleh EuroLeague Basketball sebagai pelanggaran Financial Fair Play. 

Lantas yang ketiga adanya utang menumpuk dan tunggakan gaji. Selama musim 2025-2026, Monaco gagal membayar gaji staf serta para pemain bintangnya tepat waktu, yang sempat memicu ancaman mogok kerja dari para pemain.

Meskipun ada tanda-tanda stabilisasi keuangan dan potensi kedatangan sponsor baru yang dapat menawarkan bantuan ekonomi yang substansial bagi Tim Roca, perubahan haluan tersebut datang terlambat. Setelah berbulan-bulan janji yang tidak ditepati, tidak akan ada lagi kelonggaran yang diberikan kepada AS Monaco.

Dalam sebuah pernyataan, Federasi Bola Basket Prancis (FFBB) mengkonfirmasi pengucilan AS Monaco dari bola basket profesional dan mengundang klub tersebut untuk mengajukan permohonan untuk berkompetisi di salah satu liga yang dikelola federasi.

"Pada pertemuan hari Jumat, 28 Agustus, Biro Federal meninjau proposal mediasi CNOSF terkait perselisihan antara Federasi Bola Basket Prancis dan AS Monaco Basket-Ball SA. Setelah presentasi semua elemen kasus, serta permintaan terpisah klub untuk penilaian ulang rencana pengambilalihan barunya, Biro Federal memberitahukan keputusannya kepada klub dan LNB."

Pengadilan administratif kini menjadi satu-satunya jalur hukum yang tersisa bagi AS Monaco, meskipun laporan menunjukkan bahwa manajemen klub tidak berencana untuk mengajukan banding di sana.

Setelah ditolak untuk berpartisipasi dalam Betclic Elite dan Elite 2, juara Prancis tiga kali ini, yang baru saja menyapu bersih empat trofi musim lalu, mendapati diri mereka sepenuhnya terpinggirkan dari jajaran profesional. (tor)

Foto: gigantes.com

Komentar