Pemain asing legendaris di kompetisi basket Asia, Mike Singletary, memutuskan gantung sepatu setelah 17 tahun berkarier. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, pada hari Minggu (19/7). Di akhir kariernya, Singletary sempat bermain di IBL membela Kesatria Bengawan Solo. Kariernya yang gemilang harus berakhir karena cedera.
Pemain bola basket profesional Mike Singletary secara resmi mengumumkan pensiunnya pada 19 Juli 2026, secara resmi mengakhiri kariernya selama 17 tahun. Penyerang veteran, yang terakhir bermain untuk Taipei Fubon Braves dan Kesatria Bengawan Solo, menyampaikan pernyataan perpisahan yang emosional, mengungkapkan rasa terima kasih atas waktunya di dunia olahraga.
Perjalanan Singletary di dunia bola basket profesional berlangsung hampir dua dekade, membawanya dari masa kuliahnya di Texas Tech University hingga liga-liga global. Ia membangun warisan yang luar biasa, terutama di Asia, di mana ia memiliki karier yang sangat sukses di Thailand, Filipina, Indonesia, dan Taiwan.
Singletary paling dikenal karena masa baktinya yang legendaris bersama tim P. LEAGUE+ (PLG), Taipei Fubon Braves. Selama waktunya bersama Braves, dia memenangkan tiga kejuaraan PLG berturut-turut. Meraih dua penghargaan MVP Final dan satu gelar pencetak poin terbanyak. Menjadi pemain pertama dalam sejarah liga yang mencatatkan 1.000 poin, 500 rebound, 200 asis, dan 200 tembakan tripoin.
Dalam pengumuman pensiun resminya, Singletary merenungkan dampak olahraga tersebut terhadap hidupnya. Ia menyatakan, "Olahraga telah menjadi tempat perlindungan jiwa saya dan cinta pertama saya. Tetapi sekarang saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada cinta pertama saya dan menyambut babak selanjutnya dalam hidup saya."
Ia menutup pesannya dengan rasa syukur kepada Tuhan, keluarganya, rekan satu tim, dan para penggemar di seluruh dunia, serta menantikan ke mana imannya akan membimbingnya selanjutnya.Untuk menengok kembali perjalanan kariernya, keyakinannya, dan intensitas yang ia tunjukkan di lapangan.
Sebelum pensiun, Singletary sempat absen selama satu tahun. Jalan menuju pemulihan tidaklah mudah. Setelah menderita cedera yang menurutnya merupakan cedera terburuk dalam kariernya, pemulihan Singletary didorong oleh tonggak-tonggak kecil yang tenang, seperti bisa berjalan lagi, berlari, melompat, dan akhirnya menembak. Semua kemenangan kecil yang membangun sebuah pemulihan besar.
"Ketika dokter Anda mengatakan Anda tidak bisa berjalan normal selama berbulan-bulan, itu sulit," katanya dalam sebuah wawancara sebelum debutnya. "Tetapi ketika Anda mulai merasa percaya diri lagi, saat itulah Anda tahu Anda akan kembali. Merayakan kemenangan kecil pun sangat membantu."
Selain momen kembalinya yang berarti di Taipei, kembalinya dia ke klub Thailand juga sangat penting. Singletary pernah bermain untuk Mono Vampire Basketball Club dari tahun 2016 hingga 2020, bahkan bermain di FIBA Asia Champions Cup pada tahun 2017 dan 2018, sehingga kembalinya dia ke bola basket Thailand memiliki bobot pribadi baginya.
"Ini sungguh keren, seperti kembali ke titik awal," katanya, setelah bisa kembali bermain. "Kembali ke Thailand, bertemu orang-orang yang sudah lama saya kenal, ini sangat istimewa."
Selamat pensiun, Mike Singletary. (tor)
Foto: Instagram Mike Singletary





0822 3356 3502