Cham Yuen Tsang mencetak 22 poin, 5 asis, 4 steal, dan 2 rebound saat Hong Kong menang 71-60 atas Indonesia, pada laga Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA 2029 Putaran Pertama, hari Minggu (30/8), di Arena Seremban, Malaysia. Sejak tahun lalu, pemain yang juga dikenal sebagai Kelvin Tsang ini sudah dinobatkan FIBA sebagai pemain yang patut diperhatikan (Player to Watch) dalam kompetisi internasional.
Tsang membuat 9 tembakan dari 15 percobaan, dengan tiga kali three point. Tetapi yang paling berbahaya adalah kemampuannya dalam mengatur serangan dari pemain bernomor punggung 9 tersebut. Hal ini diakui oleh pelatih timnas Indonesia, David Singleton, pada sesi wawancara usai pertandingan. Dia tidak menyangka bahwa timnya harus berhadapan dengan Hong Kong yang memiliki kemampuan dalam memecahkan pertahanan.
"Di babak pertama, jelas pertahanan kurang bagus. Kami menghadapi tim Hong Kong dengan kemampuan playmaking yang bagus. Sementara di sisi ofense kami juga kurang bermain secara fisik," jelasnya. "Kami akan belajar dari kekalahan ini. Apalagi dalam turnamen ini kami harus sadar bahwa sulit untuk membalikkan keadaan, jika tertinggal terlalu jauh."
Indonesia hanya mencetak 11 poin di kuarter pertama. Kemudian 13 poin di kuarter kedua. Sementara setelah turun minum, Indonesia unggul 19-10, sehingga memunculkan kembali kepercayaan diri pemain. Bermodal hanya terpaut tujuh poin di kuarter keempat (43-50), ternyata masih banyak kesalahan yang dibuat Indonesia di kuarter tersebut.
Jerome Anthony Beane Jr. memimpin perolehan poin Indonesia dengan torehan 14 poin, ditambah dengan 9 rebound, 4 asis, dan 4 steal. Yudha Saputera menyumbang 12 poin, 4 asis, dan 3 rebound. Sedangkan Dame Diagne membukukan dobel-dobel 11 poin dan 11 rebound.
"Yang terpenting dalam turnamen ini adalah bagaimana menantang diri sendiri. Bertanding dengan kebanggaan sebagai pemain tim nasional. Kami sebenarnya sudah merespons dengan baik di kuarter ketiga. Tetapi beberapa kesalahan juga terjadi di kuarter keempat. Sehingga kami tidak menyelesaikan pertandingan dengan baik," imbuh Singleton.
Hong Kong sepertinya mempelajari permainan Indonesia dengan baik. Mereka berhasil menurunkan akurasi tembakan Indonesia dari 45,8 persen ketika melawan Singapura, menjadi 34,4 persen. Indonesia juga dibuat kesulitan dari garis tripoin, dengan hanya mencetak 7 tembakan dari 25 percobaan. Hong Kong memanfaatkan 16 turnover Indonesia menjadi 21 poin. Sedangkan poin di area kunci (points in the paint) yang tadinya 32 poin melawan Singapura, diturunkan hingga 20 poin.
Foto: fiba.basketball
Kembali ke Cham Yuen Tsang, dia adalah pemain dari klub South China Athletic, tim dengan rekor kemenangan terbanyak di Divisi A1 Hong Kong pada musim 2025. Tsang merupakan pemain yang berposisi combo guard dan sudah menjadi andalan Hong Kong selama Kualifikasi Piala Asia FIBA 2025. Tsang meraih penghargaan MVP Final dalam seri kejuaraan Divisi A1, setelah mencatatkan rata-rata yang mengagumkan yaitu 17,8 poin, 5,5 rebound, dan 6,8 asis untuk membantu memimpin tim South China Athletic mengalahkan Winling. Dia juga bermain pada BCL Asia East 2026 dengan rata-rata 12,7 poin dan 4,1 asis dalam 10 pertandingan. (tor)
Foto: fiba.basketball





0822 3356 3502