Laga pertama CLS Knights Indonesia di ajang ASEAN Basketball League (ABL) berakhir sukses. Hari ini, 18 November, bertempat di GOR Kertajaya Surabaya, CLS Knights menang telak atas tamunya Formosa Dreamers Taiwan dengan kedudukan 94-73.

Sayangnya, kemenangan perdana ini harus dibayar mahal. Dua pemain asing andalan CLS Knights, Brian Williams dan Duke Crews harus meninggalkan lapangan di akhir kuarter kedua dan tiga karena cedera.

Kuarter pertama dibuka oleh tembakan pemain asing Formosa Dreamers Jaleel Cousins di depan penjagaan Brian Williams. Para pemain Dreamers langsung menunjukkan gaya permainan cepat dengan pergerakan-gerakan pemain yang sangat baik dan terpola.

Shooting guard Chi Kuan Cheng menjadi pemain Dreamers yang paling berbahaya. Ia memasukkan 60 persen tembakannya dan mengumpulkan total tujuh poin.

CLS Knights yang menurunkan Mario Wuysang, Sandy Kusuma, Duke Crews, Brian Williams dan Freddie Lee Jones sebagai starter beradaptasi cepat dengan permainan Dreamers. Sempat terus tertinggal, sebuah umpan alley-oop kiriman Williams diselesaikan dengan slam dunk oleh Crews. Skor 17 sama.

Dengan akurasi mencapai angka 63 persen, CLS Knights unggul 32-28 di akhir kuarter pertama. Pusat serangan CLS Knights adalah Williams dan Crews. Williams sudah mencetak 10 poin, Crews 5 poin. Mario Wuysang dan Freddie menjadi penyalur bola yang sangat baik.

Di kuarter kedua, Coach Koko mulai rajin melakukan rotasi pemain. Kaleb Ramot Gemilang, Bima Riski dan Febri Utomo bergantian mengisi posisi small forward. Tiga pemain ini bahkan sangat padu. Bima mampu mencetak 5 angka, Kaleb 8 angka dan Febri 3 angka hingga akhir kuarter kedua.

Di kuarter kedua, Dreamers melakukan 6 kali turn over dan terkonversi menjadi 8 poin bagi CLS Knights. Hanya Wei Chai yang sudah mencetak dua digit poin (11).

Di akhir kuarter kedua, Williams mengirim sebuah asis alley-oop yang kembali diselesaikan dengan sangat baik oleh Crews. Sayangnya, keduanya kemudian berbenturan. Brian Williams terlihat memegang pergelangan kaki dan harus keluar, sementara Crews terlihat berjalan pincang. CLS Knights unggul sementara 59-38.

“Waktu melihat kedua pemain saya seperti cedera, saya langsung berpikir bahwa saya akan kalah,” komentar Coach Koko seusai pertandingan.

Crews kembali di kuarter ketiga, namun dengan permainan yang tidak semaksimal kuarter kedua dan pertama. Di akhir kuarter ketiga, Crews akhirnya juga harus keluar lapangan. Ia terlihat mengerang memegang pergelangan kakinya. CLS Knights masih unggul 73-56.

Bermain tanpa Crews dan Williams di kuarter terakhir, CLS Knights di luar dugaan masih mampu mendominasi. Pola pergerakan pemain dan bola cepat membuat pertahanan Formosa Dreamers kewalahan.

Di kuarter ini, Kaleb Ramot Gemilang layak mendapat pujian. Kaleb bermain sangat baik di kedua sisi, bertahan dan menyerang. Saat bertahan, Kaleb sukses menghentikan Lenny McArthur yang agresif melakukan permainan pos. Kaleb akhirnya mencetak total 14 poin, 2 rebound dan 1 asis.

“Jujur saya gugup menghadapi pertandingan ini,” ungkap Kaleb. “Tetapi ketika sudah berjalan, saya bisa beradaptasi.”

Point terbanyak CLS Knights disumbangkan oleh Duke Crews dengan 16 poin, ditambah 10 rebound dan 4 asis. Freddie Lee Jones menyumbang 14 poin, 8 rebound dan 2 asis. Mario Wuysang, walau hanya mencetak 3 poin, ia berhasil mengirim 7 asis dan menangkap 6 rebound.

“Kuncinya hanya satu, yaitu defense. Kami sedang mencoba membentuk identitas tim ini menjadi tim defense. Karena kami tahu bahwa kami tidak punya keunggulan postur,” jelas Coach Koko. “Pada saat (pemain) impor kami cedera, para pemain lokal berani tampil. Kaleb maju, Roni maju, Firman maju.”

Walau kalah, Formosa Dreamers tidak terlalu kecewa dengan hasil pertandingan malam ini. Kepala pelatih Dreamers Hao Cheng Hsu mengatakan bahwa timnya beruntung mendapat pelajaran dari pemain-pemain CLS Knights yang berpengalaman. “Pemain-pemain kami masih muda. Tim ini baru dibentuk dan para pemain asing baru bergabung. Jadi ini pelajaran bagi kami untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya,” jelas Coach Hsu.

Jaleel Cousins, pemain asing andalan Dreamers yang juga adik kandung pemain New Orleans Pelicans DeMarcus Cousins menjadi bintang bagi timnya. Jaleel mencetak 22 poin dan 15 rebound. Lenny McArthur memberi kontribusi 17 poin, 7 rebound dan 3 asis.

Setelah pertandingan ini, CLS Knights mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya tanggal 26 November 2017. CLS Knights akan berhadapan dengan tuan rumah Singapore Slingers. (*)

Komentar

Divisi Merah

GP W L
1. Satria Muda Pertamina 3 3 0
2. Bank BJB Garuda Bandung 2 2 0
3. NSH Jakarta 3 0 3
4. BSB Hangtuah 2 0 2
5. Bima Perkasa Yogyakarta 2 0 2

Divisi Putih

GP W L
1. Pacific Caesar Surabaya 3 2 1
2. Satya Wacana Salatiga 3 2 1
3. Pelita Jaya Jakarta 2 2 0
4. Stapac Jakarta 2 1 1
5. Siliwangi Bandung 2 0 2