TIMNAS

Keberhasilan Toronto Raptors menaklukkan Golden State Warriors dalam enam gim di Final NBA 2019 adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Raptors menunjukkan performa yang konsisten sepanjang enam gim tersebut. Di sisi lain, banyak juga pihak yang beranggapan bahwa keberhasilan Raptors juga terbantu oleh keberuntungan.

Keberuntungan dalam hal ini yang dimaksud adalah badai cedera yang melanda dua penggawa Warriors, Kevin Durant dan Klay Thompson. Kehilangan nama yang disebut pertama disebut-sebut sebagai pembeda terbesar dalam pertarungan ini. Pasalnya, pemain yang akrab dengan akronim KD tersebut sedang dalam performa terbaiknya di playoff.

Sedikit mengingatkan , KD absen sejak gim kelima babak semifinal wilayah melawan Houston Rockets. Setelah gim, pengumuman resmi tim menyebutkan bahwa ia hanya terkena cedera betis saja. Keanehan mulai tampak saat ia tak kunjung bermain di babak final wilayah berhadapan dengan Portland Trail Blazers. Proses penyembuhan cedera betis biasanya tak memakan cukup banyak waktu. Dalam tayangan ulang saat cedera tersebut terjadi, banyak pihak yang meyakini cedera KD jauh lebih parah dari itu.

Dalam prosesnya, KD akhirnya kembali bermain di gim kelima final NBA. Banyak pihak menilai Warriors memaksakan KD untuk bermain di final ini karena kondisi sudah sangat genting (Warriors tertinggal (1-3)). Namun, ia justru tampil seperti tak pernah mengalami cedera sebelumnya dengan langsung mencetak 11 poin hanya di kuarter pertama saja.

Sayangnya, apa yang ditakutkan banyak pihak benar-benar terjadi. Di kuarter dua, saat sedang melakukan gerakan merubah arah, KD mendadak terjatuh. Ia tak bisa bangkit dan kakinya tak bisa menapak ke lantai.

Selepas pertandingan, presiden Warriors, Bob Myers, mengungkapkan bahwa KD terkena cedera Achilles dan ia adalah pihak yang bertanggung jawab atas hal itu. Sambil berurai air mata, ia mengungkapkan kesedihan dan penyesalannya atas kejadia buruk yang menimpa KD.

Selepas kejadian itu, KD tak pernah lagi terlihat bersama Warriors. Memasuki pasar pemain bebas 2019 yang dimulai pada 1 Juli lalu, KD tak mengambil waktu lama untuk sepakat bergabung dengan Brooklyn Nets bersama bintang NBA lainnya, Kyrie Irving. Keputusan ini bisa dibilang menjadi salah satu keputusan paling penting di pasar pemain bebas lalu.

Dalam prosesnya, KD tak pernah benar-benar berbicara kepada publik di balik keputusannya tersebut. Hal itu membuat banyak pihak membangun opini-opini tentang alasan perpindahan pemain yang meraih dua gelar MVP final tersebut. Salah satu alasan tentunya adalah penanganan cedera yang membuatnya absen lama dan seolah tampak dipaksa bermain di final.

Namun, spekulasi tersebut akhirnya terbantahkan dalam wawancara terbaru pemain berusia 30 tahun tersebut dengan salah satu kontributor Yahoo Sports, Chris Haynes. Dalam wawancara yang digelar di kediaman KD tersebut, Chris langsung membukanya dengan kemungkinan Warrirs melakukan kesalahan pada penanganan cedera yang ia jalani.

“Tidak, tentu tidak. Bagaimana bisa orang-orang menyalahkan Warriors atas kejadian tersebut,” buka KD. “Saya dengar banyak pihak membuat pertanyaan bahwa Warriors memberi tekanan kepada saya untuk segera bermain. Faktanya, tidak ada satu orang pun pihak yang berbicara tentang itu dalam proses penyembuhan saya. Saya hanya menjalin komunikasi dengan Rick Celebrini (direktur kesehatan Warriors) yang terus bersama saya setiap hari.”

“Saat final dimulai, saya sudah memasang target untuk kembali bermain di gim kelima. Namun, apa yang terjadi di lapangan yang terjadilah. Ini adalah gim basket, seperti inilah faktanya. Kadang hal buruk terjadi begitu saja. Tidak ada orang yang perlu bertanggung jawab atas cedera yang saya alami. Ini hanya pertandingan. Saya rasa kita harus mulai melupakan hal itu karena saya masih akan kembali bermain nantinya,” lanjut KD.

Spekulasi kedua yang menyeruak adalah kemungkinan adanya disfungsi hubungan antara KD dengan Draymond Green. Keduanya memang sempat tertangkap kamera terlibat friksi di kisaran November 2018 dalam sebuah pertandingan. Selepas itu, banyak pihak yang meyakini tim ini terutama kedua pemain itu tak cukup harmonis.

“Sejujurnya saya cukup lelah membicarakan hal ini (friksi dengan Draymond), kami adalah dua pria dewasa,” terang KD tentang spekulasi tersebut. “Kami mengerti tentang hal ini, kami bermain basket untuk hidup, ini semua hanya tentang bisnis. Semua orang termasuk Draymond mengucapkan selamat kepada saya saat saya memutuskan pindah ke Nets. Semua berharap yang terbaik untuk saya dan kami selalu bisa berhubungan lewat telepon. Kami baik-baik saja, cuma sekarang saya sudah berganti jersey.

Tak sampai di sana, KD juga menjelaskan alasannya memilih Nets sebagai tim barunya. Menariknya, ia juga mendaku sejak awal hanya Nets yang ia tuju, tidak ada tim lain.

“Saya pindah ke Nets atas dasar kemauan saya, berkaca pada perkembangan organisasi basket Nets. Sejak awal, saya sudah bilang bahwa jika saya pergi dari Warriors, maka tujuan saya hanyalah Nets. Mereka punya manajemen yang menarik dan pandangan masa depan yang luar biasa. Saya suka apa yang sudah mereka bangun di organisasi ini.”

KD diprediksi akan absen sepanjang musim 2019-2020 lantaran cedera Achilles tersebut. Namun, ia menutup wawancara ini dengan sifat optimis tapi tak mengebu-gebu. Ia tahu, segala kemungkinan bisa terjadi dan tidak ada yang bisa menebak masa depan. Ia hanya berusaha sekuat tenaga mengikuti semua proses penyembuhan dan terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. (DRMK)

Foto: NBA

Komentar