Kebersamaan LeBron James dengan Los Angeles Lakers memang telah berakhir. Tapi masih ada yang mengganjal dalam benak LeBron. Bukan soal gelar. Melainkan momen yang tidak pernah ia rasakan setelah Lakers menjadi juara NBA 2020.

Dalam episode terbaru siniar Mind the Game bersama Steve Nash, LeBron mengaku masih terganggu karena dirinya tidak pernah mendapatkan kesempatan menggelar parade juara di Los Angeles. Saat itu masih masa pandemi sehingga aktivitas publik dibatasi secara ketat.

“Hal itu mengganggu saya. Kalau skalanya 1 sampai 10, mungkin nilainya 20. Saya benar-benar ingin bisa merayakan gelar bersama para pendukung Lakers,” kata pencetak poin terbanyak sepanjang masa itu.

Baca juga: LeBron James Ungkap Alasan Gabung 76ers

Gelar juara NBA 2020 itu memang agak berbeda karena terjadi dalam masa pandemi Covid-19. Liga sempat terhenti. NBA kemudian meneruskan dengan sistem gelembung yang berpusat di Florida dan digelar tanpa penonton.

Pertandingan musim reguler pun lebih pendek. Biasanya setiap tim memainkan 82 gim. Lakers menjalankan 71 gim dengan rekor 52-19. Lakers menjadi juara setelah mengalahkan Miami Heat 4-2 di Final NBA 2020. LeBron terpilih sebagai MVP Final NBA 2020.

Lakers tidak bisa membawa perayaan juara ke jalan-jalan Los Angeles seperti tradisi tim-tim juara. Bagi LeBron, parade tersebut seharusnya menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka. Ia bahkan membayangkan bagaimana perayaan itu berlangsung di Los Angeles.

Baca juga: Rob Pelinka Tegaskan Lakers Berpisah dengan LeBron Secara Baik-baik

“Saya tidak tahu seperti apa rutenya. Saya membayangkan kami menyusuri Olympic, terus sepanjang Olympic, kemudian berakhir di pusat kota, tepat sekitar Staples Center. Mereka sekarang menyebutkan Crypto (Arena) dan semacamnya. Tapi bagi saya masih Staples Center. Itu pasti akan sangat keren,” ujar LeBron.

Momen tersebut terasa semakin berarti karena gelar NBA 2020 merupakan pencapaian besar bagi Lakers. LeBron membawa Lakers meraih gelar NBA ke-17 dalam sejarah waralaba sekaligus menjadi gelar pertamanya di tim tersebut.

Sejak bergabung dengan Lakers pada 2018, LeBron menyadari adanya ekspektasi besar yang melekat padanya. Setelah pencapaian besar dengan Cavaliers dan Heat, LeBron menjadi bagian dari salah satu waralaba bersejarah. Ia merasa terhormat bisa menjadi bagian dari Lakers.

“Ekspektasi ketika berbicara tentang Lakers adalah soal memenangkan gelar. Saya mendengar itu dan memahaminya. Jadi, ketika kami mampu memenangkan satu gelar, itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan,” imbuh LeBron. (rag)

Foto: Olympic

Komentar