Los Angeles Lakers sempat memiliki peluang untuk mendapatkan Klay Thompson. Tetapi, harapan itu kandas. Klay memilih bergabung dengan Miami Heat. Mychal Thompson yang mengungkapkan alasan putranya “menolak” ke Los Angeles untuk kedua kalinya.

Klay dan Dallas Mavericks sebelumnya mencapai buyout senilai 9,8 juta Dolar AS. Kesepakatan itu membuat Klay memiliki kesempatan untuk menentukan tujuan berikutnya. Lakers disebut sebagai salah satu opsi yang tersedia.

Mychal, yang merupakan mantan pemain dan pernah meraih dua gelar bersama Lakers, mengaku berharap Klay bergabung dengan tim yang pernah ia bela. Menurut Mychal, Purple and Gold menjadi tempat ideal bagi Klay setelah berpisah dengan Golden State Warriors.

Baca juga: Heat Culture Menarik Klay Thompson ke Miami

“Saya berharap Klay menjadi pemain Lakers. Saya ingin dia ke Lakers. Saya pikir Lakers akan sangat cocok untuknya dalam tiga tahun terakhir. Terutama ketika dia menjadi free agent beberapa tahun lalu,” ujar Mychal kepada Locket on Heat.

Harapan Mychal melihat putranya berseragam Lakers muncul pada musim panas 2024. Klay meninggalkan Warriors setelah bermain 13 tahun di Bay Area dan meraih empat gelar. Tapi saat itu Klay pindah ke Dallas dengan kontrak tiga tahun senilai 50 juta Dolar AS melalui skema sign and trade yang melibatkan enam tim.

"Saya pikir Klay akan sangat cocok saat itu untuk bermain bersama LeBron (James) dan Anthony Davis, memberikan kemampuan menembak dari jauh bersama Austin Reaves yang kami butuhkan," lanjut Mychal.

Saat itu Mavericks baru saja tampil di Final NBA 2024 dan masih diperkuat oleh Luka Doncic. Tapi musim pertama Klay di Mavericks tidak berjalan sesuai harapan. Mavericks menukar Doncic ke Lakers di pertengahan musim sebagai ganti untuk Anthony Davis.

Baca juga: Draymond Green Peringatkan Heat agar Tak Berharap Klay Thompson Versi 2018

Situasi berubah setelah itu. Mavericks tidak lagi sama. Mereka bahkan tidak lolos playoff dua musim beruntun. Klay mulai meragukan masa depannya di Dallas. Pada tahap ini, Mychal kembali mencoba meyakinkan Klay untuk pulang ke Los Angeles.

Tetapi Miami Heat menawarkan sesuatu yang sulit ditolak. Heat sebelumnya mendapatkan Giannis Antetokounmpo setelah melakukan pertukaran besar dengan Milwaukee Bucks. Kini Heat diprediksi menjadi ancaman di Wilayah Timur dengan roster yang diisi Giannis dan Bam Adebayo.

“Ketika saya tahu Klay akan pergi (dari Dallas), saya mencoba membujuknya lagi untuk kembali ke LA, untuk pulang. Tetapi bermain bersama Giannis dan Bam serta bermain untuk Pat Riley dan Erik Spoelstra terlalu menarik baginya untuk ditolak," kata No. 1 NBA Draft 1978 itu.

Klay memang memasuki tahun ke-14 kariernya di NBA. Setelah periode yang kurang memuaskan bersama Mavericks, ia kini berharap bisa menemukan kembali performa terbaiknya sekaligus mengejar gelar juara kelima bersama Heat. (rag)

Foto: NBA

Komentar