IBL

Pertandingan Detroit Pistons melawan Cleveland Cavaliers berlangsung tidak normal selama 3 jam 22 menit. Bukan hanya karena perpanjangan waktu, namun sempat terjadi kendala teknis hingga membuat laga sempat ditunda. Pada akhirnya, Pistons menang dengan skor 122-119 di babak perpanjangan waktu, pada Jumat malam (27/2) waktu AS.

Cavaliers unggul sembilan poin dengan 2:44 menit tersisa di waktu regulasi, dan Cunningham melakukan pelanggaran hingga dikeluarkan dari pertandingan dengan 1:56 menit tersisa, tetapi Pistons mengungguli Cavaliers 16-7 untuk memaksa perpanjangan waktu.

Saat Cleveland unggul 114-111 dengan 4,7 detik tersisa di waktu regulasi, Jaylon Tyson mencoba melakukan pelanggaran sengaja terhadap Daniss Jenkins di dekat garis tengah lapangan, tetapi Jenkins mampu menembak dan mendapatkan tiga tembakan gratis yang berhasil ia masukkan.

Di babak perpanjangan waktu, Evan Mobley dari Cleveland gagal mencetak tembakan tripoin di detik-detik terakhir.

Jalen Duren mencetak 33 poin dan 16 rebound dan Pistons mengalahkan Cavaliers yang kekurangan pemain. Cade Cunningham mencetak 25 poin, 10 rebound, dan 7 asis untuk Detroit yang memimpin klasemen Wilayah Timur sebelum dikeluarkan karena pelanggaran.

Jarrett Allen mencetak 25 poin dan 9 rebound untuk Cleveland, yang memainkan pertandingan kedua berturut-turut tanpa James Harden (cedera jempol) dan Donovan Mitchell (cedera pangkal paha). Mobley mencetak 23 poin dan 12 rebound, dan Sam Merrill menambahkan 20 poin.

Pertandingan sempat tertunda selama 18 menit di kuarter ketiga karena suara bel yang sangat keras. Saat jeda pertandingan ketika Detroit unggul 65-64, lonjakan listrik menyebabkan papan skor di atas lapangan mengalami kerusakan, dengan suara bel tetap berbunyi setelah memberi sinyal kepada tim untuk kembali ke lapangan. 

Akhirnya, papan skor dimatikan untuk menghentikan suara bel elektrik, dan bel udara manual digunakan ketika pertandingan dilanjutkan. Karena penundaan dan perpanjangan waktu, pertandingan berlangsung selama 3 jam 22 menit. (tor)

Foto: San Francisco Chronicle

Komentar