TIMNAS

Isu kemanusiaan menjadi fokus pengembangan produk yang dilakukan oleh Nike. Mereka kini mengembangkan suatu produk yang bertujuan untuk mempermudah ergonomitas sehingga mudah untuk dipakai dan dilepas. Secara khusus, merek asal Oregon ini berniat untuk membantu mereka yang punya keterbatasan di tangan saat memakai sepatu.

Nike menggandeng sebuah laboratorium bernama HandsFree Labs dari Ohio di proyek ini. Mereka menyebut produk yang dikembangkan sebagai Hands-free Footwear. Prosesnya juga didukung oleh The Vineyard, sebuah firma bisnis asal Utah yang menginvestasikan sejumlah uang sebagai modal. Nantinya, akan muncul inovasi yang dinamai Foot Activated Shoe Technology (F.A.S.T). Lewat F.A.S.T, konsumen dapat memakai sepatu tanpa bantuan tangan.

Tom Clarke, Presiden Nike bidang Invoasi, menjabarkan bahwa proyek terbaru ini untuk memenuhi permintaan pasar terhadap sepatu yang mudah dipakai dan dilepas. “Inovasi ini akan memenuhi permintaan konsumen. Nike sudah memilikinya di fitur FlyEase. Kehadiran HandsFree Labs diharapkan membantu kita mengembangkannya lebih jauh,” katanya. Ia juga berharap fitur ini bisa memudahkan masyarakat secara umum untuk bersemangat berolahraga.

Monte Deere, CEO HandsFree, mendaku bahwa F.A.S.T adalah inovasi yang dibutuhkan merek sepatu masa kini karena akan diminati konsumen. “Kami mengembangkan teknologi yang sudah seharusnya punya dampak besar. F.A.S.T mendukung manusia untuk lebih mudah memakai dan melepas sepatu. Prototipenya sudah bisa ditemui di sepatu buatan kami bernama Kizik. Kini, kami siap untuk membuatnya lebih banyak bersama Nike,” kata Deere melansir rilis pers.

Lembaga Centers for Disease Control and Prevention (CDCP) menyebut bahwa saat ini ada sekitar 61 juta penyandang disabilitas di seluruh dunia. Mereka punya bermacam kondisi kurang sempurna seperti keterbatasan kognitif, mobilitas, amputasi organ, Parkinson, dan lain sebagainya. Mereka menghadapi tantangan sendiri saat memakai pakaian dan sepatu. Sementara itu, tak banyak produk yang dibuat secara spesifik untuk mengakomodasi kondisi itu. Maka, inilah yang dianggap sebagai peluang oleh Nike dan rekanan.

Sementara itu, HandsFree sudah berkecimpung di bidang yang disebut sebagai Adaptive Fashion ini setidaknya dua tahun terakhir. Setelah meluncurkan Kizik pada 2018, Monte Deere dan tim dikabarkan akan merilis lini busana streetwear bernama Pilar pada 2020. Dua merek ini akan mengakomodasi keinginanan penyandang disabilitas untuk tetap tampil keren namun dengan produk yang mendukung keterbatasan mereka. (ajb)

Foto: Nike

Komentar