Sepatu Nike Book 2 milik bintang Phoenix Suns, Devin Booker, resmi dirilis pada hari Jumat (2/1) waktu AS. Namun sepertinya respons pasar kurang bagus terhadap sepatu khas kedua Booker tersebut. Karena, meski dirilis dalam jumlah terbatas, sepatu tersebut tidak langsung terjual habis di hari pertama. 

Semua merek sepatu besar mengikuti strategi yang sama saat meluncurkan sepatu basket baru, yaitu merilisnya dalam jumlah terbatas. Tujuannya agar penjualan meningkat, dan terjual habis di hari pertama. Tentu saja ini akan membuat pemberitaan positif untuk membangun antusiasme terhadap produk tersebut ke depannya.

Namun Nike gagal menjalankan rencana biasanya dengan peluncuran sepatu khas kedua dari Devin Booker. Karena Nike Book 2 diluncurkan dalam warna "Rising" tidak langsung terjual habis.

Bulan lalu, Booker mengungkapkan kegembiraannya atas edisi kedua sepatu khasnya yang "memadukan gaya vintage dengan elemen kontemporer dan teknologi performa inovatif, yang menghasilkan refleksi gaya pribadinya dan karier cemerlangnya bersama Phoenix Suns," seperti yang disampaikan oleh Nike.

Foto: Nike

Berbeda dengan beberapa pilihan warna pertama Nike Book 1 yang laku keras, Nike Book 2 "Rising" saat ini masih tersedia di beberapa lapak penjualan daring. Pembeli masih bisa mendapatkan Nike Book 2 seharga 145 Dolar AS dalam ukuran dewasa di aplikasi Nike SNKRS dan di Foot Locker.

Namun, tetap mengejutkan bahwa warna pertama dari sepatu khas kedua Booker gagal terjual habis dalam hitungan menit secara daring. Kurangnya daya tarik bisa menjadi masalah pada varian warna "Rising". Varian warna "Rising" menampilkan bagian atas berwarna hitam dengan logo Nike Swoosh dalam gradasi oranye dan kuning. Sementara itu, sol tengah bermotif dan branding Booker menonjol dalam warna Oranye Keselamatan.

Penggemar dapat mengharapkan puluhan pilihan warna Nike Book 2 yang akan dirilis tahun depan, yang pasti akan menyebabkan penjualan habis dan antusiasme yang tinggi. Sementara itu, konsumen mungkin sebaiknya menikmati kurangnya antusiasme dan kelangkaan buatan.

Nike Book 1 "Chapter One" awalnya hanya diproduksi terbatas sebanyak 500 pasang pada peluncuran awalnya, sebelum kemudian dirilis dengan varian warna "What The" yang terbatas sebanyak 1.996 pasang. Seiring semakin banyak pemain basket dan penggemar yang mendapatkan sepatu ini, komunitas sneaker akan semakin memahami bagaimana performanya di lapangan.

Para penggemar dapat mengharapkan lebih banyak perkembangan menarik untuk Nike Book 2 sepanjang musim NBA 2025-2026. (tor)

Foto: Nike

Komentar