TIMNAS

CLS Knights Indonesia menggelar laga kandang pertama ASEAN Basketball League (ABL) musim 2018-2019 mereka di GOR Kertajaya, Surabaya, Sabtu malam, 24 November 2018. Menghadapi Hong Kong Eastern, pertandingan berjalan ketat terbukti dengan delapan kali pergantian keunggulan. CLS yang wangi di luar garis tripoin berhasil memenangi laga dengan skor akhir 87-78.

Tiga pemain Eastern berhasil mencetak dua digit angka dan ketiganya berstatus pemain asing. Salah satu pemain asing tersebut adalah Marcus Elliott yang mencetak 14 poin, 4 rebound, dan 9 asis selama 36 menit bermain.

Elliott bukanlah nama baru bagi Eastern. Pemain berusia 34 tahun ini sudah bersama tim sejak musim 2016-2017. Ia menjadi bagian penting dari Eastern saat menjadi juara ABL di musim tersebut terbukti dengan gelar Most Valuable Player yang dihadiahkan kepadanya.

Mainbasket mendapatkan kesempatan berbincang dengan Elliott seusai laga melawan CLS. Dengan nada bicara sedikit berat dan raut kecewa dengan kekalahan yang baru dialami, Elliott menjawab beberapa pertanyaan kami. Berikut wawancaranya.

Halo Marcus, bisa berbincang sebentar?

Oh ya, tidak masalah.

Bagaimana Anda melihat pertandingan hari ini?

Akurasi CLS pada laga ini benar-benar luar biasa. Saat sebuah tim menembak tripoin dengan akurasi mencapai 52 persen, tim tersebut tentu akan sangat sulit sekali dikalahkan. Ditambah lagi ini adalah laga kandang pertama mereka dan dihadiri banyak sekali penonton, semuanya jadi semakin sulit bagi kami.

Bagaimana Anda melihat penampilan tim Anda sendiri di laga ini?

Seperti yang saya ucapkan tadi, laga kandang pertama ini menguntungkan CLS. Beberapa kali wasit mengambil keputusan yang kurang menguntungkan kami. Bagi saya, kami sudah memberikan segala yang kami punya dan memaksa pertandingan berjalan ketat hingga saat-saat terakhir. Saya pribadi tidak memiliki akurasi yang baik di laga ini, ini kemenangan yang layak untuk CLS dan waktunya bagi kami berpikir untuk laga selanjutnya.

Bagi Eastern, ini adalah kekalahan kedua dalam tiga laga pertama, bagaimana Anda melihat perjalanan tim ini di awal musim ini? ini sangat bertolak belakang dengan laju tim ini musim lalu.

Bagi saya yang lalu biarlah berlalu, musim lalu adalah musim lalu, kami menatap musim baru ini dengan semangat baru. Ini masih terlalu awal untuk menilai penampilan kami secara keseluruhan, saya rasa kami masih akan bangkit di laga-laga selanjutnya.

Tim ini menambahkan Samuel Deguara di posisi senter, sejauh ini bagaimana Anda melihat penampilannya?

Sam (sapaan Deguara) adalah tambahan yang cukup bagi kami. Akan tetapi, bila para wasit memberikan lebih banyak kesempatan untuknya berada di lapangan, saya rasa kontribusinya akan lebih terasa. Di tiga laga awal kami, para wasit dengan mudah memberinya dua hingga tiga foul di kuarter pertama dan membuatnya tidak bisa bermain. Saya tidak bermaksud untuk mengkritik wasit untuk hal ini, Sam memang juga harus melakukan penyesuaian dengan hal tersebut. Satu hal yang pasti, dia sangat kami butuhkan di lapangan.

Ada perubahan skema permainan dengan kehadiran Sam di tim Anda?

Saya rasa tidak ada banyak perubahan dengan kehadirannya. Kami memainkan gaya bermain kami seperti biasanya. Kami hanya berusaha membuatnya lebih banyak terlibat dalam permainan, menaikkan rasa percaya dirinya dan itu akan membantu kami banyak di musim ini. (DRMK)

Foto: Abraham Buwana

Komentar