ABL

Nama Carmelo Anthony belakangan ini kembali menjadi perbincangan karena masanya bersama Houston Rockets berakhir lebih cepat dari seharusnya. Manajer Umum Rockets, Daryl Morey, bahkan telah mengumumkan bahwa klubnya sudah berpisah dengan Sang Pemain. Namun, Rockets belum bisa melepas atau menukarnya ke mana pun sampai 15 Desember 2018 nanti.

Sementara menunggu waktu, Anthony dan agennya dikabarkan sudah mulai melakukan pencarian. Mereka berbicara kepada beberapa klub untuk memastikan klub mana yang paling tepat. Saya pun mencoba menebak arah perjalanan Anthony dalam mencari pelabuhan barunya itu.

Berikut kemungkinan-kemungkinannya:

Brooklyn Nets

Brooklyn Nets adalah klub pertama yang saya pikirkan. Apalagi Carmelo Anthony pernah tinggal di New York selama enam tahun. Ia membela New York Knicks pada 2011-2017. Kemungkinan besar ia tidak akan mengalami kesulitan beradaptasi karena telah mengenal kota itu.

Lagipula, saya pikir Anthony akan berguna di sana. Kemampuan mencetak angkanya bisa menambah daya gedor Nets ketika menyerang. Apalagi Nets juga baru saja kehilangan Caris Levert—salah satu mesin poin mereka—yang mengalami cedera kaki.  

Anthony juga punya pengalaman selama 15 tahun berkarir di NBA. Pengalaman itu bisa berguna untuk membantu para pemain muda meningkatkan kemampuannya, meski pun—di sisi lain—ada pula yang takut kehadiran Anthony merusak hubungan antarpemain muda. Namun begitu, belum ada pemain mana pun yang mengeluhkan hal itu sejak hengkangnya Anthony dari New York, baik di Rockets maupun di Oklahoma City Thunder.

Phoenix Suns

Phoenix Suns memutuskan berpisah dengan pemain senior Tyson Chandler karena mereka sudah menemukan penggantinya dalam diri DeAndre Ayton. Chandler kemudian merapat ke Los Angeles Lakers sementara Suns tetap menjalankan hari-harinya sebagai tim semenjana. Bagaimanapun, Suns sekarang ini bukan lagi Suns di era Steve Nash. Mereka bukan lagi klub kandidat juara. Namun, Suns memiliki bakat muda yang masih bisa terus diasah.

Selagi mengasah bakat muda, Suns boleh saja merekrut pemain senior lain yang memiliki kemampuan berkelas bintang seperti Carmelo Anthony. Dengan gelarnya sebagai calon Hall of Fame, forwarda berusia 34 tahun itu memiliki kemampuan untuk membantu Suns dalam mengembangkan timnya. Anthony tentu tidak menjadi pemain bintang di NBA dengan tiba-tba. Ia memiliki pengalaman yang tidak dimiliki pemain muda seperti Devin Booker. Booker butuh seorang mentor yang bisa membuatnya menjadi lebih tajam, terutama ketika menyerang.

Miami Heat     

Saat jeda antarmusim, Carmelo Anthony diisukan akan merapat ke Houston Rockets atau Miami Heat. Pada akhirnya, ia pun melabuhkan pilihannya kepada Rockets. Namun, setelah musim 2018-2019 berlalu selama satu bulan, Anthony ternyata tidak cocok berada di Houston. Oleh karena itu, mengapa ia tidak merapat saja ke Pantai Selatan (South Beach) untuk bergabung dengan pemain senior lain seperti Dwyane Wade di Miami Heat?

Jika Anthony pergi ke sana, ada kemungkinan ia akan punya peran yang lebih besar di lapangan. Kepala Pelatih Erik Spoelstra merupakan tipe pelatih yang bisa mengatur skuatnya meski timnya bertabur bintang sekalipun. Ia pandai mencocokkan pemain-pemainnya untuk menjalankan sistem yang telah dibuat. Belum lagi kehadiran Wade juga bisa membantu Anthony untuk segera cair dengan timnya.

Boston Celtics

Boston Celtics di awal musim 2018-2019 ini sedang mengalami masalah. Mereka tidak tampil dengan performa terbaiknya dan hanya memenangkan 9 dari 16 pertandingan. Padahal para pandit memprediksi Celtics bisa melaju lebih jauh dari yang mereka lakukan sekarang. Apalagi dengan kembalinya Kyrie Irving dan Gordon Hayward ke barisan utama. Hanya saja, seperti peribahasa mengatakan, untung tak bisa diraih malang tak bisa ditolak, Celtics belum bisa memecahkan masalahnya di awal musim itu.

Irving beberapa pekan lalu juga mengatakan, Celtics membutuhkan pemain senior dengan pengalaman belasan tahun untuk membantu mereka keluar dari masalahnya. Carmelo Anthony yang sudah bermain selama 15 tahun tentu sudah memenuhi kriteria itu. Apalagi forwarda yang menyabet empat medali emas dalam berbagai ajang internasional bersama tim nasional Amerika Serikat itu juga punya kemampuan menyerang yang tidak kalah dari Hayward. Jika Hayward hanya mengoleksi rata-rata 10,1 poin, Anthony justru mencetak 13,4 poin per pertandingan.   

Foto: NBA

Komentar