Los Angeles Clippers menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Chris Paul. Namun, bagian terakhir justru ditutup dengan kisah pahit. Di tengah skandal salary cap Clippers, CP3 mengungkapkan secara terbuka kekecewaannya terhadap cara Clippers mengakhiri kebersamaan mereka.

CP3 telah mengakhiri perjalanan kariernya selama 21 tahun di NBA. Clippers menjadi tim terakhir CP3 bermain. Sebelum mengumumkan gantung sepatu, sempat terjadi kontroversi yang membuat status CP3 terombang-ambing.

“Yang menarik dari seluruh situasi itu adalah, mungkin ini menjadi salah satu bentuk perlakuan paling tidak menghargai yang pernah saya alami,” ungkap pemain berjuluk The Point God itu dalam siniar Build or Break.

Baca juga: Stephen A. Smith Menilai Hukuman Kawhi Leonard Terlalu Ringan

CP3 memiliki hubungan yang panjang dengan Clippers. Ia pernah menghabiskan enam musim di masa puncak kariernya di Los Angeles. CP3 menjadi salah satu sosok utama Clippers di era Lob City bersama Blake Griffin dan DeAndre Jordan.

Kehadiran CP3 membantu mengubah citra Clippers dari tim yang lama kesulitan menjadi salah satu kekuatan di Wilayah Barat. Selama periode tersebut, CP3 mencatat rata-rata 18,2 poin, 4,1 rebound, 9,6 assist, dan 2,1 steal per gim.

Dengan torehan tersebut, CP3 sempat berharap kepulangannya ke Clippers menjadi penutup indah dalam kariernya. CP3 mengumumkan musim terakhirnya pada 2025-2026 dengan kembali ke Clippers setelah sembilan musim memperkuat tim lain di Wilayah Barat.

Baca juga: Lakers Ganti Pemilik, Chris Paul Berpotensi Masuk Jajaran Manajemen Tim

Namun, reuni itu tidak terjadi sesuai harapan. CP3 hanya bermain 16 pertandingan. Hubungannya dengan pelatih Tyronn Lue memburuk. Situasi semakin rumit karena gaya kepemimpinan CP3.

Pada akhirnya hal itu menimbulkan gesekan dengan staf pelatih. Clippers memulangkan CP3 di tengah musim. CP3 terakhir bermain pada 1 Desember 2025. Pada Februari lalu, Clippers menukar CP3 ke Toronto Raptors. Raptors melepasnya beberapa hari kemudian. CP3 memilih pensiun dari NBA.

“Tentu saja saya kecewa. Begitu juga keluarga saya, orang-orang terdekat saya, semuanya. Saya rasa itu karena kami sudah begitu lama memberikan banyak hal kepada tim tersebut, sehingga melihat bagaimana semua ini ditangani tentu membuat kami kecewa,” ucap CP3.

CP3 mengaku mendapat pelajaran tentang loyalitas. Bahwa dalam dunia olahraga dan bisnis tidak selalu menjamin dirinya diperlakukan sesuai harapan meski telah memberikan kontribusi penting. (rag)

Foto: NBA

Komentar