JJ Redick tidak menyangka perjalanan kariernya sampai dalam tahap menjadi pelatih Los Angeles Lakers. Apalagi tim yang ia tangani merupakan salah satu tim legendaris di NBA. Pencapaian itu bahkan melampaui mimpi terliarnya.
Dalam kunjungan ke Summit Sportsplex, Virginia, Redick berbicara di hadapan lebih dari 500 anak mengenai perjalanan kariernya. Kembali ke kampung halamannya setelah 13 tahun, Redick mengaku masih tidak percaya dengan pencapaiannya saat ini.
“Perjalanan ini melampaui mimpi terliar saya. Saya masih mencubit diri sendiri setiap hari karena pernah berada di Duke bersama Coach K, berada di ruang ganti NBA, dan sekarang bisa melatih Lakers,” ujar Redick.
Redick mulai dikenal sebagai pemain berbakat di Cave Spring High School, Virginia. Ia terpilih dalam McDonald’s All-American Game. Kemudian mendapatkan kesempatan bermain di Duke University selama empat tahun di bawah asuhan pelatih legendaris Mike Krzyzewski.
Baca juga: Derek Fisher Yakin Lakers Tak Akan Terpuruk Setelah Ditinggal LeBron
Redick terpilih sebagai No. 11 NBA Draft 2006 oleh Orlando Magic. Kariernya sebagai pemain NBA berlangsung selama 15 musim. Ia juga pernah memperkuat Milwaukee Bucks, Los Angeles Clippers, Philadelphia 76ers, New Orleans Pelicans, dan Dallas Mavericks.
Setelah pensiun pada tahun 2021, Redick terjun di dunia penyiaran. Ia merupakan pioneer pemain yang memiliki siniar. Redick sempat bekerja sama dengan LeBron James dalam musim pertama siniar Mind the Game.
Hanya tiga tahun setelah gantung sepatu, Redick mendapatkan kesempatan yang jauh lebih besar. Lakers merekrutnya sebagai kepala pelatih pada 2024 meski Redick belum punya pengalaman sebagai pelatih.
Awalnya keputusan Lakers menimbulkan tanda tanya. Tapi Redick membuktikan kemampuannya. Dalam musim perdana sebagai pelatih, Redick membawa Lakers mencatat 50 kemenangan dan menempati unggulan ketiga Wilayah Barat.
Baca juga: Karyawan Lakers Tidak Senang Dengan Kepemimpinan Mark Walter
Catatan kemenangan meningkat di musim kedua. Redick bahkan mendapat perpanjangan kontrak jangka panjang dari Lakers. Lakers menutup musim 2025-2026 dengan menang-kalah 53-29 sebagai juara divisi. Lakers ke semifinal usai menyingkirkan Rockets sebelum dihentikan Thunder.
Redick juga mencatat sejarah tersendiri. Ia menjadi pelatih pertama Lakers dengan setidaknya 50 kemenangan pada dua musim pertama sejak Phil Jackson. Redick juga telah mencapai 100 kemenangan sebagai pelatih kepala pada musim keduanya.
Bagi Redick, perjalanan tersebut bukan sekadar tentang statistik atau pencapaian. Ia ingin kisahnya menjadi contoh bagi generasi muda bahwa kegagalan merupakan bagian penting dari proses mencapai tujuan.
“Temukan mimpimu sendiri. Temukan itu dan kerjakan berulang kali. Belajarlah mencintai kegagalan. Pada akhirnya, kamu tidak akan takut lagi pada kegagalan,” kata Redick kepada para siswa.
Kini Redick memasuki tantangan baru bersama Lakers setelah era LeBron berakhir. Redick harus melanjutkan perkembangan tim yang kini berpusat pada Luka Doncic dan Austin Reaves dan menjalani musim dengan roster yang berubah drastis. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502