Perpindahan LeBron James ke Philadelphia 76ers menuntaskan saga free agency Sang Raja. Tidak mengejutkan tapi dipenuhi berbagai hal tak terduga. Secara tidak langsung ada peran Boston Celtics dalam keputusan LeBron memilih Sixers sebagai tim terakhir dalam kariernya.
Sixers awalnya bukan kandidat utama perburuan tanda tangan LeBron. Nama Sixers sebelumnya kurang mentereng jika dibandingkan rumor yang berpusat pada Warriors, Cavaliers, dan Heat.
Tapi semua berubah ketika Bob Myers dan Mike Gansey mengambil langkah besar di bursa transfer. Sixers berhasil mendatangkan Jaylen Brown. Sebagai gantinya, Celtics mendapatkan Paul George dan masing-masing dua hak pilih ronde pertama dan kedua di masa depan dari Sixers.
Celtics sebenarnya berat melepas Brown. Tetapi Celtics tidak punya pilihan. Mereka ingin menyelamatkan fleksibilitas finansial di masa depan. Dalam roster Celtics, selain Brown, juga ada Jayson Tatum yang memiliki kontrak supermaksimal.
Baca juga: Alasan LeBron James Merapat ke Philadelphia 76ers
Kehadiran Brown membuat susunan pemain Sixers jauh lebih menarik. Ada kombinasi dengan Tyrese Maxey, Joel Embiid, serta ruki VJ Edgecombe. Susunan pemain ini membuat Sixers dinilai punya peluang bersaing memperebutkan gelar.
LeBron melihat peluang tersebut. Jika bandingkan dengan roster Cavaliers, Heat, Warriors, hingga Timberwolves, peluang Sixers tentu lebih menggiurkan berbekal roster yang tersedia. LeBron akhirnya menjatuhkan pilihan ke Sixers untuk menjalani musim ke-24 di NBA.
“Begitu LeBron meninggalkan Lakers, prioritas utamanya adalah bergabung dengan tim yang bisa menang, bersaing di level tertinggi, memiliki kultur yang kuat, dan menjadi organisasi yang benar-benar ia percaya,” kata insider NBA Shams Charania dalam tayangan First Take.
Charania juga menyebut bahwa proses perekrutan LeBron berlangsung intens. Tidak hanya manajemen. Sejumlah pemain Sixers juga berperan aktif meyakinkan MVP NBA dan juara empat kali itu. Sixers kompak menyampaikan visi meraih gelar juara.
Baca juga: Celtics Jadi Opsi Paling Akhir Bagi LeBron James
Sebenarnya LeBron sudah memberikan sinyal secara tersirat dalam memilih Sixers. Paling tampak saat menghadiri acara Fanatics Festival. LeBron menyebut frasa “Trust the Process” yang identik dengan kultur Sixers dan Joel Embiid.
Selain itu, LeBron juga “tertarik” dengan Jaylen Brown. Saat pembahasan MVP NBA 2026, LeBron memberikan dukungan kepada Brown sebagai pemain terbaik. Saat Brown pindah ke Sixers, LeBron melihat peluang untuk bisa bekerja sama dengan pemain yang ia percayai.
Jika Celtics tidak melepas Brown, situasinya mungkin akan berbeda. LeBron berpotensi memilih pulang ke Cleveland, reuni dengan Miami, maupun membentuk duo yang dinanti bersama Stephen Curry di San Francisco.
Ironisnya, Celtics disebut sebagai tim terakhir yang dipilih LeBron. Ia memiliki sejarah rivalitas yang kuat dengan juara NBA 18 kali itu. Tetapi keputusan akhir LeBron justru mendapat pengaruh secara tidak langsung dari Celtics.
LeBron pun menandatangani kontrak minimum veteran yang berdurasi dua tahun dengan Sixers senilai 8 juta Dolar AS. Dalam kesempakatan itu ada opsi pemain di tahun kedua. Artinya LeBron membuka peluang bermain hingga 25 musim. (rag)
Foto: Maddie Meyer/AFP





0822 3356 3502