Pertukaran tidak selalu menyedihkan. Setelah bertahun-tahun meninggalkan Milwaukee untuk mengejar karier, Tyler Herro kembali ke kampung halamannya lagi. Herro menjadi bagian dari pertukaran Heat untuk mendapatkan Giannis Antetokounmpo.
Dalam pertukaran Giannis ke Miami itu, Herro menjadi salah satu aset yang didatangkan Bucks. Herro bergabung dengan Bucks bersama dengan Kal’el Ware, Jaime Jaquez Jr., Kasparas Jakucionis, dan beberapa hak pilih termasuk No. 13 yang menjadi Nate Ament.
Menurut laporan yang beredar, Herro justru sangat antusias menyambut awal baru bersama Bucks. Inside NBA Chris Hynes mengungkapkan bahwa Herro memang menanti momen di mana ia kembali bermain di kota tempatnya tumbuh.
Baca juga: Pindah ke Miami, Era Giannis di Milwaukee Berakhir
Herro telah tujuh musim bermain untuk Heat. Termasuk dalam Final NBA 2023 yang menjadi kisah dramatis waralaba tersebut. Herro menjadi salah satu pencetak poin paling produktif tim. Setelah pindah ke Bucks, Herro mendapat kesempatan menjadi wajah baru Bucks pasca era Giannis.
Perpindahan ke Bucks semakin istimewa karena Herro memang lahir dan tumbuh besar di Milwaukee, Wisconsin. Herro menempuh pendidikan di Whitnall High School sebelum menjadi bintang di University of Kentucky. Kemudian Heat memilih Herro sebagai No. 13 NBA Draft 2019.
Herro tampil dalam 394 pertandingan dengan Heat. Ia membukukan rata-rata 19,5 poin, 4,5 rebound, dan 4,1 asis. Herro mendapatkan penghargaan Sixth Man of the Year 2022 dan memperoleh All-Star 2025 yang merupakan terbaik kariernya.
Baca juga: Setelah Menukar Giannis, Bucks Merekrut Burries dan Ament
Kedatangan Herro menjadi simbol dimulainya era baru Bucks. Setelah melepas pemain terbaik dalam sejarah modern waralaba, Bucks berusaha membangun fondasi masa depan melalui kombinasi pemain muda, pilihan draft, dan talenta yang masih berada di usia produktif. Herro diproyeksikan menjadi salah satu pusat proyek tersebut.
Tantangan tentu tidak mudah. Menggantikan pengaruh Giannis di Milwaukee hampir mustahil dilakukan oleh satu pemain saja. Apalagi Giannis telah menorehkan sejarah dengan membawa Bucks meraih juara pada 2021.
Namun, dukungan penggemar bisa menjadi energi tambahan bagi Herro. Bermain di depan keluarga, teman-teman lama, dan komunitas yang mengenalnya sejak kecil memberikan motivasi tersendiri yang tidak bisa diukur dengan statistik.
Kini, sorotan tertuju pada bagaimana Herro memanfaatkan kesempatan langka ini. Kepulangan Herro akhirnya menjadi kesempatan mengenakan seragam kota yang merupakan tempat asalnya. (rag)Foto: Carmen Mandato/AFP





0822 3356 3502