Detroit Pistons tampaknya ingin menjaga tim in tetap utuh untuk musim depan. Manajer Umum Pistons Trajan Langdon menegaskan komitmen mempertahankan dua pemain penting mereka yaitu Jalen Duren dan Tobias Harris.

Langdon mengatakan pihaknya berharap bisa mencapai kesepakatan baru dengan Duren. Duren tampil impresif sepanjang musim NBA 2025-2026. Pemain 22 tahun itu berkembang menjadi salah satu pilar utama pencapaian sensasional Pistons pada musim ini.

Duren merupakan No. 13 NBA Draft 2022 yang dipilih oleh Charlotte Hornets. Kemudian Pistons mengakuisisi Duren pada malam draft. Duren rata-rata membukukan lebih dari 11 poin per gim selama tiga musim.

Baca juga: Antiklimaks di Gim 7, J.B. Bickerstaff Tegaskan Pistons Tidak Gagal

Duren untuk pertama kalinya meraih All-Star setelah mencapai rata-rata 19,5 poin dan 10,5 rebound dalam 70 pertandingan. Tapi produktivitas Duren menurun di Playoff NBA 2026 karena ia tidak mendapatkan poin mudah di dekat ring setelah pertahanan lawan menyesuaikan diri terhadapnya.

Tapi Langdon melihat hal tersebut sebagai proses mengingat Duren baru dua kali bermain di playoff. Usianya juga masih 22 tahun. “Terkadang hal itu terjadi pada pemain muda di liga. JD menjalani musim yang fantastis. Dia salah satu kontributor terbesar kami menjadi unggulan pertama,” kata Langdon dalam jumpa pers pada Selasa (19/5) waktu setempat.

Selain Duren, Pistons juga memiliki rencana yang sama untuk Tobias Harris yang merupakan pemain tertua dalam roster. Harris yang berusia 34 tahun dinilai memberikan stabilitas dan pengalaman bagi skuad muda Pistons.

Baca juga: Pembalasan Dennis Schroder Dengan Menyingkirkan Pistons di Playoff

Kehadiran Harris dianggap penting untuk membantu perkembangan pemain inti Pistons yang berpusat pada Cade Cunningham dan Duren. “Kami berharap bisa membawa Tobias kembali. Dia adalah seseorang yang ingin kami pertahankan mengenakan seragam Pistons,” imbuh Langdon.

Pistons menjadi tim dengan rekor musim reguler terbaik Wilayah Timur. Pistons meraih menang-kalah 60-22. Jumlah kemenangan itu menjadi yang tertinggi dalam 20 tahun. Juga menjadi playoff kedua Pistons dalam tujuh musim terakhir.

Pistons pada akhirnya tersingkir di semifinal Wilayah Timur. Tim asuhan J. B. Bickerstaff itu kalah di Gim 7 dari Cleveland Cavaliers. Meski begitu, performa Pistons dinilai menunjukkan kemajuan signifikan dibanding sebelumnya. Hanya dua musim lalu Pistons menjadi tim terburuk dengan menelan 28 kekalahan beruntun. (rag)

Foto: Gregory Shamus/AFP

Komentar