IBL

Campus League menatap musim pertama pada tahun ini. Campus League menjadi kompetisi antarperguruan tinggi yang menjadi tonggak sejarah ekosistem olahraga kampus. Kehadiran Campus League diharapkan bisa membentuk atlet handal untuk kejayaan olahraga Indonesia.

Kehadiran Campus League terinspirasi dari National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat. Kompetisi tersebut menjadi fase atlet mahasiswa sebelum terjun di bidang profesional sesuai dengan olahraga masing-masing.

Campus League memiliki tiga pilar utama yaitu akademik, atletisme, dan affinity. Ketiga fondasi itu dirancang agar generasi muda memiliki pendidikan formal yang berkualitas, fisik tangguh, dan kepekaan sosial yang tinggi.

“Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” kata CEO Campus League Ryan Gozali.

Peluncuran musim pertama Campus League berlangsung pada Senin (20/4) di UP Thamrin Nine, Jakarta Pusat. Dalam musim pertama kompetisi ini, ada tiga cabang olahraga uatama yaitu bulu tangkis, futsal, dan basket.

Musim pertama Campus League juga mencangkup lebih banyak kota yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Samarinda. Cabang olahraga basket diadakan pada April hingga Juni. Kemudian bulu tangkis. Terakhir futsal yang berlangsung pada Desember 2026.

Campus League telah mengadakan musim 0 pada 2025. Sebagai langkah pembuka dan perkenalan sistem, Campus League tahun lalu hanya mempertandingkan cabang olahraga futsal yang berlangsung di Jakarta dan Yogyakarta.

Lebih lanjut, Ryan menuturkan bahwa Campus League memiliki program jangka panjang yang dibagi dalam tiga fase. Fase pertama pada 2025-2028, fase kedua pada 2028-2029, dan fase ketiga pada 2030-2034.

Fase pertama berfokus pada pembangunan fondasi ekosistem, perluasan jangkauan kota penyelenggara, memperbanyak cabang olahraga, dan penerapan sistem Grand Champions melalui ajang UniGames.

UniGames merupakan ajang multi cabor berskala nasional antarkontingen kampus. Seperti PON dan Olimpiade. Predikat Grand Champions diberikan kepada kampus dengan akumulasi medali emas terbanyak yang dihitung berdasarkan jumlah anggota inti setiap cabor yang dimenangkan.

Berlokasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, UniGames akan mempertandingkan cabor tambahan yang meliputi taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepak bola putri, basket 3x3, dan atletik.

Fase kedua menjadi pemantapan ekosistem dengan sistem kandang-tandang, integrase kompetisi non-olahraga lintas disiplin, serta pembukaan jalur menuju kompetisi tingkat internasional.

Fase ketiga fokus pada keberlanjutan dan ekspansi global melalui penerapan sistem liga tertutup, komersialisasi tim kampus yang sehat serta perluasan dampak yang melampauai ekosistem perguruan tinggi. (rag)

Foto: Campus League

Komentar