Timnas Basket Putra Indonesia
Timnas Indonesia Terjebak di Grup "Neraka" pada Asian Games 2026
Pada tanggal 8 Agustus, panitia penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengumumkan undian dan jadwal babak penyisihan grup bola basket putra melalui situs web mereka. Hasilnya, Timnas putra Indonesia berada di Grup A, bersama Jepang, Korea, dan Saudi Arabia. Sementara timnas putri ada di Grup A bersama Cina dan Thailand. 
Asa Medali Masih Ada, Timnas Basket Putra Berebut Perunggu dengan Malaysia
Timnas basket putra kandas di semifinal SEA Games 2025. Filipina menang 71-68 atas Indonesia di Nimibutr Arena, Bangkok hari ini. Perjuangan meraih emas memang tertutup untuk Indonesia. Tapi masih ada asa untuk merebut medali perunggu di pertandingan terakhir besok.
Derrick Michael Xzaverio Kembali, Indonesia Tuntaskan Myanmar!
Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia melenggang mulus di laga pembuka. Menghadapi Myanmar, Indonesia menang 114-35, Sabtu (13/12). Dalam laga yang digel...
Timnas Jadwalkan Latih Tanding ke Australia
Timnas terus menggeber persiapan menuju SEA Games 2025. Pelatnas sudah berlangsung sejak 10 September lalu. Manajer Rivaldo Tandra Pangesthio menuturkan bahwa pelatnas akan dilanjutkan di Australia bulan depan.
Upaya David Singleton Menemukan Sistem Terbaik untuk Timnas
Pelatnas SEA Games 2025 telah berlangsung sejak 10 September lalu di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Ada 24 pemain yang mengikuti pelatnas yang dipimpin oleh pelatih David Singleton itu.
Timnas Ungkap Target di SEA Games 2025
SEA Games 2025 kurang dari tiga bulan lagi. Timnas basket putra sudah memulai pelatnas sejak Rabu (10/9) yang berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Tim asuhan David Singleton itu mematok target besar dengan meraih medali emas SEA Games 2025.
Pertimbangan David Singleton Panggil Ponsianus “Komink” Indrawan ke Pelatnas
Timnas basket putra telah memanggil 24 pemain untuk pelatnas SEA Games 2025. Hal yang menarik dalam daftar tersebut adalah masuknya Ponsianus Nyoman Indrawan. Masuknya pemain yang akrab disapa Komink itu tidak lepas dari regulasi pemain naturalisasi dan ketersediaan pemain besar untuk SEA Games 2025.