Setelah mendapatkan klausul pembelian kontrak untuk tahun terakhir kontraknya dengan Dallas Mavericks, Klay Thompson memutuskan untuk pindah ke Miami dengan menandatangani kontrak dua tahun yang akan memberinya bayaran hampir 14 juta Dolar AS. Keputusan Thompson untuk bergabung dengan Heat adalah kemenangan besar baru bagi Pat Riley dan manajemen Miami saat mereka terus membangun babak baru bersama Giannis Antetokounmpo. Namun bagi Los Angeles Lakers, ini menandai kekecewaan lainnya, terutama tentang peluang mendapatkan Thompson.
Los Angeles sempat dikaitkan dengan Thompson di musim panas ini, tetapi seperti pada tahun 2024, Lakers akhirnya gagal mendapatkan komitmen mereka meskipun memiliki hubungan yang kuat dengan mantan bintang NBA tersebut. Bahkan ayahnya, Mychal Thompson, dikabarkan ikut membujuk putranya agar mau "pulang kampung".
Baca juga: Mychal Thompson Terus Berupaya Agar Klay Jadi Pemain Lakers
Tetapi hasilnya sama saja, dan Thompson untuk kedua kalinya harus menolak tawaran Lakers, sama seperti yang pernah terjadi pada tahun 2024 silam. Di mana, Thompson menolak tawaran Lakers dan memilih untuk bergabung dengan Dallas Mavericks.
Thompson telah menunjukkan pertimbangan untuk bergabung dengan tim kampung halamannya di LA. Namun, menurut Christian Clark dari The Athletic, calon anggota Hall of Fame itu pesimis tentang riwayat cedera Anthony Davis.
"Pada musim panas tahun 2024, perwakilan Thompson telah berdiskusi dengan Lakers tentang kemungkinan dia bergabung dengan tim tersebut," demikian laporan tersebut. "Hal itu akan masuk akal dari beberapa sisi. Thompson memiliki ikatan yang kuat dengan Los Angeles. Dia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di kota itu dan masih memiliki rumah di sana."
"Namun, salah satu alasan Thompson memilih Mavericks daripada Lakers adalah karena ia khawatir tentang ketersediaan Davis," kata sebuah sumber yang mengetahui pemikirannya.
Apa yang dikhawatirkan Thompson ternyata menjadi kenyataan. Dalam sebuah kejadian yang tak terduga, Thompson mendapati dirinya bermain satu lapangan dengan Anthony Davis. Doncic kemudian dikirim oleh Nico Harrison dan manajemen Mavs ke Los Angeles Lakers dalam sebuah pertukaran pemain besar yang mengejutkan.
Davis berjuang untuk tetap sehat dan memenuhi harapan Mavericks, akhirnya ditukar ke Washington Wizards pada musim 2025-2026 lalu, sementara Harrison akhirnya dipecat. Untungnya bagi Dallas, mereka secara ajaib bangkit kembali dari pertukaran Doncic yang membawa bencana dengan mendapatkan pemain andalan baru mereka, Cooper Flagg.
Bagi Thompson, pengalaman naik turun ini membuatnya terjebak dalam kondisi biasa-biasa saja di Dallas. Dan sekarang, saat ia memasuki babak baru bersama Heat dengan menolak kesempatan untuk kembali ke LA, pemain All-Star lima kali ini hanya bisa berharap untuk kembali relevan dan melanjutkan upayanya meraih gelar NBA kelima.
Pada akhirnya, Thompson siap membawa bakatnya ke South Beach dan bergabung dengan Heat. Masa bakti yang buruk di Mavericks mengantarkan Thompson ke awal baru yang lebih cerah di Miami. (tor)
Foto: lakersdaily.com





0822 3356 3502