Josh Hart dihadapkan pada pilihan yang sulit. Pemain New York Knicks itu harus memilih antara menjalani operasi atau mempertahankan karier. Hart pun lebih memilih mempertahankan karier meski dengan konsekuensi yang menyakitkan.
Hart mengalami cedera jari manis tangan kanannya sejak playoff 2025. Ia sempat menjalani operasi. Tetapi kembali bermasalah setelah cedera pada scrimmage Knicks saat persiapan musim berikutnya.
Kondisi itu tidak menghentikan penampilan Hart pada NBA 2025-2026. Pemain 31 tahun itu menggunakan splint untuk melindungi jarinya. Hart masih bisa tampil dalam 66 gim di musim reguler. Kemudian 19 gim hingga membawa Knicks juara NBA 2026.
Baca juga: Knicks Masih Ragu Datang ke Gedung Putih
Setelah musim berakhir, Hart berencana menjalani operasi lanjutan. Namun, Hart mendapatkan kabar lebih berat dari hasil pemeriksaan terbaru. Hart membutuhkan full joint replacement atau pergantian sendi secara menyeluruh.
Prosedur tersebut yang membuat Hart tidak mungkin lagi bermain basket secara profesional. Jari yang sendinya diganti tidak bisa menerima benturan dan gerakan berulang seperti menangkap bola, melakukan rebound, hingga menembak.
“Mengambil rebound, menggenggam bola dengan telapak tangan, melakukan tembakan, menangkap bola, dan semua gerakan seperti itu tidak boleh dilakukan. Jadi, kalau saya menjalani operasi penggantian sendi, saya tidak akan bisa bermain,” ujar Hart melalui NBA.
Dengan pertimbangan seperti itu, Hart memilih tidak menjalani operasi pergantian sendi. Pemain asal Villanova itu memutuskan terus bermain dengan kondisi jarinya seperti sekarang.
Baca juga: Jalen Brunson Pulih Total, Siap Hadapi Musim Baru bersama Knicks
“Saya rasa pilihannya adalah terus membalutnya sampai saya pensiun atau memotongnya. Saya kira itu pilihan lainnya. Jadi, benar-benar hanya ada beberapa alternatif yaitu menjalani penggantian sendi, membiarkannya begitu saja, atau amputasi,” kata Hart.
Cedera itu memang tidak selalu menimbulkan rasa sakit yang sama. Hart mengatakan ada hari ketika jarinya terasa normal. Tetapi ada pula saat menangkap bola atau sekadar mengepalkan tangan terasa menyakitkan.
Meski menahan rasa sakit sepanjang musim lalu, Hart tetap bermain produktif dan efisien. Ia membukukan rata-rata 12 poin, 7,4 rebound, 4,8 asis, dan 1,1 steal. Hart melakukan tripoin 41 persen yang menjadi terbaik kariernya.
Kini Hart memilih mempertahankan kondisi tersebut hingga kariernya berakhir. Setelah pensiun nanti, ia baru mempertimbangkan operasi penggantian sendi agar bentuk jarinya bisa kembali lebih lurus. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502