TIMNAS

Dallas Mavericks berhasil mengalahkan Los Angeles Lakers. Mereka menang 114-110 di Staples Center, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu 1 Desember 2019 waktu setempat. Kemenangan itu sekaligus menegaskan satu hal: Mavericks bisa bersaing di level atas.

Setidaknya begitulah kata Luka Doncic. Garda andalan Mavericks itu percaya bahwa Mavericks bisa bersaing dengan klub-klub NBA papan atas. Lakers merupakan salah satunya.

“Kemenangan besar,” kata Doncic soal pengalaman mengalahkan Lakers, per Ryan Ward, ClutchPoints.com. “Sangat berarti bagi kami karena itu sekaligus menunjukkan bahwa kami bisa menghadapi tim-tim besar. Kami ingin tampil seperti itu terus.”

Selain Doncic, Kristaps Porzingis juga sama yakinnya. Mengalahkan Lakers telah menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Mereka ingin orang lain ikut yakin.

“Hasil itu membuktikan bahwa kami memang mampu mengalahkan tim level atas. Seperti itu. Dan akan begitu selanjutnya,” kata Porzingis.

Mavericks sendiri saat ini naik ke peringkat empat sementara Wilayah Barat. Mereka mengantungi rekor 13-6. Houston Rockets punya rekor yang sama di bawahnya.

Selanjutnya, Mavericks harus menghadapi New Orleans Pelicans. Kedua tim akan bertemu lusa. Pertandingan berlangsung di Smoothie Kings Center, New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat.

Setelah itu, Mavericks akan berjumpa dengan Minnesota Timberwolves—lalu Pelicans lagi sekali—sampai melawan Sacramento Kings dan Detroit Pistons di kemudian hari. Di antara empat klub itu, tidak ada yang menghubuni papan atas sementara ini. Paling tinggi adalah Timberwolves di peringkat tujuh sementara Wilayah Barat.

Mavericks baru akan bertemu klub papan atas saat menjamu Miami Heat di minggu kedua Desember. Kebetulan Heat bertengger di peringkat tiga sementara Wilayah Timur. Mereka tampil panas belakangan ini.

Pertandingan melawan tim asal Miami itu akan berlangsung di American Airlines Center, Dallas, Texas, Sabtu 14 Desember waktu setempat. Doncic dan Porzingis bisa membuktikan omongannya sekali lagi saat itu tiba. Mereka punya waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkannya. Namun, sebelum itu, keduanya harus melewati klub-klub semenjana. (put)

Foto: NBA

Komentar