TIMNAS

Oracle Arena telah menjadi saksi bisu perjalanan Golden State Warriors di Oakland, California, Amerika Serikat. Tim bergelar juara NBA enam kali itu memasang panji-panji kebesarannya di langit-langit arena di sana. Oracle Arena menyaksikan generasi demi generasi hidup di dalamnya selama 47 tahun.

Setidaknya selama lima musim terakhir, Oracle Arena semakin digandrungi para penggemar NBA. Sebab, Warriors selama itu selalu tembus ke Final NBA. Oracle Arena otomatis menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan-pertandingan penentu juara.

Pertandingan keenam Final NBA 2019 menjadi pertandingan terakhir yang digelar di Oracle Arena. Para penonton yang hadir ke sana menjadi saksi gagalnya dinasti Warriors. Sementara itu, para penggemar Toronto Raptors merayakan sejarah dengan teriakan dan nyayian-nyanyian. Oracle Arena menjadi panggung dua sisi yang menunjukkan kesedihan sekaligus kebanggaan.

Kendati demikian, dari semua itu, yang terisa hanyalah kenangan. Para pemain Warriors yang pernah bermain di sana merasakannya dengan emosional. Stephen Curry, garda utama Warriors, telah melakukan ritual terakhirnya: Menembak bola dari selasar ke arah ring seperti biasa ia lakukan ketika pertandingan kandang. Kevin Durant, forwarda Warriors, mengunggah foto Oracle Arena dengan keterangan foto “I’ll never forget you!” (Saya tidak akan melupakanmu).

Terlepas dari hasilnya, pertandingan keenam Final NBA 2019 memang menjadi malam yang suci. Sebelum memasuki lapangan legendaris itu, para penggemar bahkan berpesta dengan energi yang hanya bisa ditemukan di Oracle Arena. Teman dan keluarga saling bertemu di berbagai sudut arena. Mereka juga bertegur sapa di luar saat bersiap memasuki Warriors Ground. Aneka musik mengalun di alun-alun, diikuti para penggemar yang menari dan bersukacita dalam persiapan untuk pertandingan terakhir.

Para penggemar itu kemudian berkumpul. Mereka menandatangani lantai lapangan yang menjadi saksi juara pada 2015. Nantinya lantai itu akan dipajang di Chase Center, rumah baru Warriors, yang akan ditempati mulai musim gugur. Orang-orang berkumpul di sana untuk merayakan 47 tahun kesempatan bernaung di bawah Oracle Arena sekaligus mengucap salam perpisahan.

Selain Curry dan Durant, Baron Davis, bekas pemain NBA yang pernah membela Warriors, juga punya ikatan khusus dengan Oracle Arena. Ia menjadi salah satu pemain penting di era We Believe. Oracle Arena telah memberikan sebuah kenangan penting bagi mereka yang pernah bermain di salah satu era di sana. Seperti Davis dengan We Believe-nya. Ia bahkan mengatakan Oracle Arena dan sekitarnya sebagai “my second home and Dubs fans are family for life!” (rumah kedua saya dan penggemar Dub adalah keluarga sepanjang hidup).

We Believe sendiri menjadi sebuah cerita legendaris di Oracle Arena. Curry, Durant dkk. sempat mengenakan jersey era itu ketika menutup pertandingan musim reguler pada 2018-2019 lalu. Warriors mengenakan jersey itu sebagai penghormatan kepada satu era yang membangun fondasi kebesaran tim hingga saat ini.

Kini Warriors akan membawa semua itu ke tempat baru. Mereka meninggalkan Oracle Arena untuk menyambut hal-hal yang lebih baik. Sebagian telah mengucapkan selamat tinggal kepada Oracle Arena. Sebagian lagi, mungkin, tidak sempat mengucapkannya. Namun, belum terlambat untuk ucapkan selamat tinggal kepada Oracle Arena.

Selamat tinggal, Oracle Arena! (put)

Foto: NBA

Komentar