TIMNAS

Indonesian Basketball League (IBL) sudah menjalin kerja sama dengan Liga Mahasiswa (LIMA). Musim depan, pemain ruki IBL berasal dari kompetisi LIMA. Tetapi Direktur IBL, Hasan Gozali menegaskan bahwa semua calon pemain IBL wajib mengikuti IBL Draft Combine.

Baca Juga: IBL Kerjasama dengan LIMA untuk Draft Pemain

"Liga Mahasiswa merasa gembira menyambut kerja sama dengan IBL. Ini akan memberikan kondisi yang ideal untuk LIMA sebagai wadah pembinaan atlet mahasiswa. Draft ini membuka kesempatan yang bagus kepada para atlet mahasiswa khususnya bola basket. Mereka yang tampil cemerlang di LIMA bisa melanjutkan karir di basket profesional," jelas CEO Liga Mahasiswa, Ryan Gozali.

IBL memberikan syarat untuk pemain LIMA yaitu mereka yang sudah berusia minimal 19 tahun. Lalu pemain tersebut bermain di LIMA setidaknya selama dua musim kompetisi. Selain tersebut, IBL juga membuka kesempatan bagi pemain yang masuk IBL di luar LIMA. Pemain baru bisa mendaftarkan diri melalui Pengprov Perbasi daerah masing-masing. Syaratnya sudah berusia 21 tahun dan pernah ikut setidaknya dua kompetisi yang dilaksanakan Perbasi.

"Kami akan membuka pendaftaran pemain sebanyak-banyaknya, kemudian disaring hingga 40 pemain untuk ikut dalam Draft," ungkap Hasan Gozali. "Calon pemain IBL harus bersedia mengikuti IBL Draft Combine yang akan digelar di Jakarta. Dalam acara tersebut, pemain akan mendapatkan pelatihan dari instruktur FIBA serta beberapa pelatih lokal."

Pendaftaran Draft Rookie IBL dimulai 17 Juli 2018 hingga 17 Agustus 2018. Peserta dari jalur LIMA, bisa mendaftarkan diri lewat LIMA. Sementara itu IBL juga menerima pendaftaran pemain dari Pengprov Perbasi.(*)

Foto: Arya Kurniawan

Komentar