Marcus Smart menyimpan kekecewaan setelah negosiasi kontraknya dengan Los Angeles Lakers tidak berakhir dengan baik. Tidak ingin pernyataan Smart menjadi spekulasi liar, Presiden Operasi Bola Basket dan Manajer Umum Lakers Rob Pelinka memberi penjelasan soal keputusan tersebut.
Sebelumnya Smart mengungkapkan bahwa ia merasa tidak dihargai dengan tawaran kontrak Lakers. Ia menilai tawaran tersebut tidak mencerminkan performanya bersama Lakers. Terutama setelah bermain apik di babak playoff.
Smart kemudian memilih meninggalkan Lakers. Pemain 32 tahun itu memilih bergabung dengan Houston Rockets dan reuni dengan mantan pelatihnya, Ime Udoka. Rockets memberi kontrak dua tahun senilai 13 juta dolar AS untuk Smart termasuk opsi pemain di tahun kedua.
Baca juga: Marcus Smart Bongkar Alasan Tinggalkan Lakers
Dalam jumpa pers pada Kamis (24/9) waktu setempat, Pelinka memang tidak secara langsung membantah ucapan Smart. Namun, Pelinka menjelaskan bahwa keputusan Lakers berkaitan dengan arah pembangunan tim yang lebih muda.
“Salah satu hal yang benar-benar ingin kami tekankan adalah memiliki tim yang usianya sejalan dengan Luka dan AR. Kami ingin tim ini berkembang bersama. Kami memang sangat sengaja untuk menjadi lebih muda dan lebih dalam,” kata Pelinka.
Pelinka menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena persoalan pribadi dengan Smart. Lakers hanya memilih mengambil arah berbeda dengan memprioritaskan pemain-pemain yang dinilai lebih sesuai dengan rencana jangka panjang.
Baca juga: JJ Redick Tegaskan Tidak Ada “Snowtime Lakers”
Lakers memang melakukan perubahan besar pada susunan pemain. Luka Doncic kini menjadi pusat permainan Lakers. Mereka juga mempertahankan Austin Reaves dengan kontrak empat tahun sebesar 180 juta dolar AS.
Kemudian mendatangkan Walker Kessler dan memberi kesepakatan 130 juta dolar AS yang berdurasi empat tahun. Tim asuhan JJ Redick itu juga menambah sejumlah pemain yang lebih muda untuk memperdalam roster.
Menurut Pelinka, keberadaan Kessler menjadi salah satu alasan utama Lakers memilih mengalokasikan sumber daya mereka ke pemain muda tersebut. Pelinka menilai kesempatan mendapatkan pemain seperti Kessler tidak datang setiap saat. Karena itu, Lakers merasa harus memanfaatkannya ketika peluang tersebut tersedia.
Di sisi lain, Smart meninggalkan Lakers setelah menunjukkan performa yang cukup penting pada playoff musim lalu. Dalam 10 pertandingan playoff, ia mencatat rata-rata 12,9 poin, 5,1 asis, dan 3,5 rebound per gim. (rag)
Foto: Luke Hales/Getty Images





0822 3356 3502