Dallas Mavericks menghadapi masalah internal. Ada perpecahan di antara para pemilik. Mark Cuban merasa kecewa dengan mitra bisnisnya dalam kepemilikan Mavericks, Miriam Adelson dan Patrick Dumont.
Mavericks berganti kepemilikan sejak akhir tahun 2023. Cuban melepas saham mayoritas setelah 23 tahun. Tapi kini Cuban menyesal. Bukan karena menjual asetnya. Lebih karena keputusan yang dibuat Adelson dan Dumont.
Kekecewaan Cuban itu diungkapkan secara terbuka dalam episode siniar Intersections yang tayang pada Selasa (31/3) waktu setempat. Selama satu tahun terakhir ini Cuban mengeluh tentang mitra yang dipilihnya itu.
Baca juga: Tim-tim yang Tersingkir dari Playoff NBA 2026
“Saya tidak menyesal menjual saham mayoritas. Saya menyesal lebih karena kepada siapa saya menjualnya. Saya membuat banyak kesalahan dalam prosesnya dan saya akan berhenti sampai di situ,” kata Cuban.
Mavericks terjual dengan nilai mencapai 3,5 miliar Dolar AS. Lebih dari 12 kali lipat saat Cuban membelinya lebih dari dua dekade sebelumnya. Cuban membeli Mavericks dari Ross Perot Jr. dengan nilai 285 ribu Dolar AS.
Nilai Mavericks melonjak tajam setelah keberhasilan waralaba tersebut menjadi juara NBA 2011. Ini merupakan gelar pertama dalam sejarah tim yang berdiri sejak 1980 itu. Dalam Final NBA 2011, Dirk Nowitzki dan koleganya mengalahkan Miami Heat 4-2.
Kini Adelson dan Dumont menguasai saham Mavericks hampir sebesar 70 persen. Dumont juga bertindak sebagai Presiden Operasi Bola Basket Mavericks. Cuban masih memiliki kendali sebesar 27 persen di Mavericks. Sisanya dimiliki oleh Mary Stanton.
Baca juga: Mavericks Ingin Membawa Cooper Flagg Jadi Ruki Terbaik
Kekecewaan Cuban terhadap Adelson dan Dumont karena anjloknya performa Mavericks dan tim tidak lagi memiliki status sebagai penantang gelar. Terutama setelah menukar Luka Doncic pada Februari 2025. Padahal Mavericks baru saja berlaga di Final NBA 2024.
Pertukaran Luka Doncic itu menimbulkan kehebohan dengan bumbu kontroversi. Manajer Umum Mavericks saat itu, Nico Harrison, menjadi kambing hitam. Doncic ditukar ke Los Angeles Lakers untuk Anthony Davis. Kemudian Davis langsung cedera. Mavericks mengirim Davis ke Washington Wizards kurang dari setahun berikutnya.
Mavericks dilanda badai cedera dan akhirnya tidak lolos playoff pada 2025. Mavericks secara mengejutkan memenangkan lotre dan memilih pemain Duke University yaitu Cooper Flagg sebagai No. 1 NBA Draft 2025.
Kehadiran Flagg tidak langsung bisa mempengaruhi Mavericks. Tim asuhan Jason Kidd itu tidak lolos playoff dalam dua musim beruntun. Mavericks berkutat di papan bawah. Kini memiliki rekor 24-52 di posisi ketiga terbawah Wilayah Barat.
“Anda mendengar semangat dan segalanya. Sekarang bayangkan ketidakstabilan seperti itu di setiap pertandingan. Itu sulit. Anak-anak saya tumbuh dengan harapan bahwa mereka ingin bekerja di Mavs. Saya tidak menginginkannya. Jika penggemar tidak menyukai apa yang Anda lakukan atau tim tidak bermain bagus. Anda adalah manusia terburuk di planet ini,” pungkasnya. (rag)
Foto: Tim Heitman/Getty Images





0822 3356 3502