IBL

Neemias Queta akan selalu dikenang sebagai pemain Portugal pertama yang menjadi juara NBA. Pemain berusia 26 tahun, tersebut memimpin kebangkitan negaranya sekaligus memecahkan rekor tertinggi dalam kariernya sebagai pemain kunci bagi Boston Celtics. Dia juga terus berupaya untuk mendorong kebangkitan basket Portugal.

Center utama Boston Celtics, Neemias Queta, merenungkan evolusi individunya dan hubungan simbiosisnya dengan meningkatnya popularitas bola basket di negara asalnya, Portugal. Setelah mencetak dobel-dobel kesepuluhnya di musim reguler NBA 2025-2026, faktor kunci dalam kemenangan Boston atas Phoenix Suns, pada Selasa malam (24/2) waktu AS. 

Dalam wawancara pasca-pertandingan setelah kemenangan di Mortgage Matchup Center, Queta menceritakan perjalanan panjangnya untuk meraih kesuksesan di NBA.

"Saya rasa itu selalu terasa seperti sesuatu yang tidak nyata bagi saya, berasal dari Portugal dan tinggal di dunia NBA, dan bisa keluar dan berkompetisi di level tertinggi setiap malam," ujar pemain Portugal pertama yang bermain, mencetak poin, menjadi starter, dan memenangkan gelar juara NBA tersebut. "Kerja keras dan waktu yang saya habiskan di sini, dan semakin banyak saya bermain, saya merasa mendapatkan lebih banyak dukungan dari kampung halaman."

Pemain kelahiran Lisbon ini memulai kariernya dengan mewakili Portugal di turnamen internasional kecil di level junior dan senior, hingga akhirnya melaju ke EuroBasket 2025 musim panas lalu.

"Ini adalah sesuatu yang terus berkembang," ujarnya sambil mengaitkan kemajuan individu dengan penampilan pertama negaranya di EuroBasket sejak 2011. "Kami semakin jauh lebih baik sebagai sebuah negara dalam olahraga ini. Jadi, saya merasa sudah seharusnya saya juga terus menjadi lebih baik. Jadi, saya hanya ingin berada di sini dan berkompetisi sebaik mungkin serta menerima hasilnya."

Kembali ke NBA, Queta mengakui kesulitan tugas yang ada di depannya, khususnya pertandingan melawan superstar asal Serbia, Nikola Jokic. 

"Pemain terbaik di liga, bisa dibilang," katanya, soal Jokic. "Ini tidak akan menjadi malam yang mudah, tetapi saya hanya ingin berada di sini dan berkompetisi sebaik mungkin."

Dalam 54 penampilan musim ini, termasuk 53 kali sebagai starter, Queta mencetak rata-rata 9,8 poin, 8,4 rebound, 1,5 asis, 1,3 blok, dan 0,9 steal per gim, semuanya merupakan catatan terbaik dalam kariernya.

Sementara itu, tim yang dilatih oleh Joe Mazzulla, yang kini memiliki rekor 38-19, langsung beralih ke tantangan berat berturut-turut melawan Denver Nuggets di Ball Arena untuk menyelesaikan perjalanan tandang empat pertandingan pada hari Rabu, waktu AS. (*)

Foto: Noticias ao Minuto

Komentar