Pertandingan NBA antara Minnesota Timberwolves dan Cleveland Cavaliers diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang Renee Nicole Good, wanita yang dibunuh oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). Good dilaporkan menerima perintah yang saling bertentangan dari para agen, dan ditembak tiga kali saat meninggalkan lokasi kejadian dengan mobilnya.

Minnesota Timberwolves mengheningkan cipta sejenak sebelum pertandingan mereka pada Kamis malam (8/1) waktu AS, untuk Renee Good, wanita berusia 37 tahun yang tewas ditembak di dalam mobilnya oleh seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS. Good tewas setelah konfrontasi singkat dengan petugas ICE pada Rabu pagi di sebuah jalan di Minneapolis. 

Kejadian itu terjadi hanya sekitar enam kilometer jauhnya dari Target Center, markas Timberwolves. Sebelum pertandingan, pelatih Timberwolves, Chris Finch, memimpin prosesi mengheningkan cipta sejenak. "Seperti yang kita semua ketahui, komunitas kita telah mengalami tragedi yang tak terkatakan lagi. Kami hanya ingin menyampaikan belasungkawa, harapan tulus, doa, dan simpati kami kepada keluarga, orang-orang terkasih, dan semua orang yang sangat terpengaruh oleh apa yang terjadi," ujarnya sebelum semua hening.

Momen haru seketika berubah menjadi kemarahan penonton, saat seorang penonton meneriakkan "Pulanglah ICE", diikuti dengan "pergi sana", dan stadion mulai bersorak.

Komunitas tersebut berduka dan ratusan orang melakukan protes karena peristiwa ini. Apalagi menurut keterangan pihak berwajib bahwa pejabat federal menembak Good untuk membela diri. Detail penembakan tersebut, yang terekam dalam beberapa video oleh warga sipil, masih diperdebatkan.

Tricia McLaughlin, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, mengatakan kepada Fox News pada hari Kamis (8/1) bahwa Good "terus menguntit agen sepanjang hari, menghambat penegakan hukum kami." Ketika ditanya oleh The Washington Post tentang dasar deskripsinya tersebut, McLaughlin mengatakan informasi itu berasal dari "laporan langsung" dari petugas penegak hukum yang telah berhubungan dengan Good.

Sementara itu, protes meletus di Minneapolis setelah petugas yang menewaskan Renee Nicole Good diidentifikasi. Aktivis bentrok dengan agen federal di sebuah kota di Minnesota setelah penembakan fatal terhadap seorang ibu tiga anak, sementara demonstrasi digelar di kota-kota besar lainnya di tengah meningkatnya kemarahan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.

Bahkan aksi protes meletus di seluruh AS sebagai tanggapan atas insiden berdarah tersebut. Para demonstran berkumpul di beberapa kota pada Kamis malam, termasuk Austin, Boston, Cincinnati, Dallas, dan New York, untuk menyatakan kemarahan mereka setelah Good, seorang penyair dan ibu tiga anak, ditembak mati di belakang kemudi mobilnya selama pertikaian dengan petugas imigrasi.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, sebelumnya mengumumkan bahwa ia mengizinkan Garda Nasional Minnesota untuk disiapkan dan siap mendukung penegak hukum setempat jika diperlukan.

Perkembangan terbaru di media menyebutkan bahwa Petugas ICE yang menembak Good telah diidentifikasi dalam catatan pengadilan sebagai Jonathan Ross, di tengah laporan bahwa ia juga terluka dalam insiden penghentian lalu lintas terpisah pada Juni lalu.

Perselisihan juga muncul mengenai siapa yang akan menyelidiki penembakan tersebut setelah pejabat Minnesota mengatakan mereka telah dikucilkan dari penyelidikan. Di tempat lain, agen Patroli Perbatasan menembak dan melukai dua orang di Portland, Oregon, Kamis sore (8/1) waktu AS, saat melakukan pemeriksaan kendaraan, yang semakin meningkatkan ketegangan. (tor)

Foto: Matt Krohn - AP Photo

Komentar