IBL

Musyawarah Nasional Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Munas PP Perbasi) akan digelar akhir bulan Oktober 2019. Salah satu agenda Munas tentu saja mencari sosok ketua umum yang akan memimpin basket Indonesia dalam empat tahun ke depan.

Munas dilaksanakan empat tahun sekali, seperti yang tertuang dalam AD-ART PP Perbasi. Sementara itu, masa bakti kepengurusan Perbasi adalah empat tahun terhitung sejak penutupan Munas. Artinya, bila Munas tahun ini berlangsung 23 hingga 25 Oktober 2019, maka kepengurusan sekarang sudah tidak aktif. Karena Munas sebelumnya berakhir digelar bulan Mei 2015 di Yogyakarta.

Salah satu agenda utama dalam Munas, dan yang paling ditunggu-tunggu adalah pemilihan ketua umum. Sosok utama yang bakal memimpin organisasi basket Indonesia dalam periode empat tahun ke depan. Agenda ini juga tertuang dalam surat pemberitahuan Munas Perbasi 2019.

Ada beberapa syarat untuk menjadi peserta dalam Munas Perbasi 2019. Pertama adalah Pengurus Provinsi (Pengprov) atau Pengurus Daerah (Pengda, dan Pengurus Kota/Kabupaten (Pengkot/Pengkab) yang masih aktif. Maksudnya, masa bakti kepengurusannya masih ada pada saat Munas berlangsung. Dalam AD-ART Perbasi tertulis bahwa masa bakti kepengurusan daerah juga dihitung empat tahun sejak berakhirnya musyawarah daerah.

Apabila ada pengurus daerah yang habis masa baktinya, maka dalam Munas Perbasi 2019 tidak punya hak suara dan hak bicara, atau hanya sebagai peninjau saja. Kemudian, untuk beban biaya perjalanan dan lain sebagainya, dibebankan pada peserta itu sendiri.

Bergeser ke agenda utama yaitu pemilihan ketua umum untuk periode 2019-2023. Pada surat pemberitahuan, tertuang beberapa persyaratan untuk bisa mencalonkan diri sebagai ketua umum PP Perbasi.

Ada persyaratan umum, dan ada pula persyaratan khususnya. Untuk persyaratan khusus, bahwa calon ketua umum Perbasi harus pernah atau berpengalaman di bidang organisasi bola basket sekurang-kurangnya empat tahun terakhir. Kemudian, calon ketua umum harus mendapatkan dukungan tertulis yang ditandatangani oleh ketua umum Pengprov/Pengda Perbasi sekurang-kurangnya 15 pengurus daerah yang masa baktinya aktif.

Pendaftaran calon ketua umum perbasi dilakukan oleh Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum PP Perbasi. Prosesnya sudah dimulai sejak awal Oktober lalu. Pada 1-11 Oktober, tim penjaringan menerima pendaftaran. Kemudian melakukan pemeriksaan berkas pada 12-13 Oktober. Terakhir, penetapan bakal calon ketua yang sah secara administrasi akan dilakukan pada 15 Oktober 2019.

Saat ini sudah muncul beberapa nama yang sebagai bakal calon ketua umum untuk periode mendatang. Yang pertama, tentu saja Danny Kosasih. Ketua umum PP Perbasi 2015-2019 ini berniat mencalonkan diri untuk kedua kalinya. Kemudian ada nama Syailendra Bakrie, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional PP Perbasi 2015-2019. Terakhir ada Zulkifli yang tercatat sebagai wakil ketua Perbasi bidang SDM dan Binpres masa bakti 2015-2019.

Sejauh ini baru tiga nama tersebut yang muncul. Tetapi dari tim penjaringan memastikan bahwa belum ada bakal calon yang mendaftarkan diri hingga saat ini.

"Sampai saat ini, belum ada yang mendaftarkan diri. Tetapi pendaftaran memang masih dibuka hingga 11 Oktober mendatang," kata Wawan Mulyana, ketika dihubungi Jumat pagi, 4 Oktober 2019.

Wawan menyampaikan bahwa pendaftaran memang bisa dilakukan melalui online. Tetapi berkas-berkas harus tetap dikirimkan. Karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wawan juga mengatakan bahwa syarat pengalaman di basket Indonesia itu tidak harus di tingkat nasional. Seorang bakal calon ketua umum bisa saja berpengalaman menjadi pengurus Perbasi daerah.

"Tidak harus tingkat nasional, pengurus tingkat daerah pun bisa. Ini dimaksudkan agar insan-insan basket terbaik Indonesia bisa mencalonkan diri sebagai ketua umum. Nantinya, dari tim penjaringan akan berupaya memilih calon yang terbaik. Memang untuk saat ini, basket Indonesia butuh sosok yang bisa memimpin dengan baik. Mengingat ada agenda-agenda besar menanti basket Indonesia beberapa tahun-tahun mendatang," imbuh Wawan.

Tim penjaringan berupaya untuk tepat waktu dalam penetapan bakal calon. Wawan berharap nantinya tanggal 15 Oktober, pihaknya sudah bisa mengumumkan nama-nama calon ketua umum Perbasi. (tor)

Foto: Ariya Kurniawan