Menikmati IBL 2017 yang Ganjil
11 months ago
ganjil1/gan·jil/ a gasal; tidak genap.

Demikian pengertian kata “ganjil” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Singkat, tapi semua pasti paham. Dalam hal bilangan matematika, ganjil adalah bilangan bulat yang tidak habis dibagi dua dengan jumlah sama. Bilangan bulat selain ganjil adalah genap.

IBL 2017 ada di tahun ganjil, 2017. Tahun ini, jumlah pesertanya juga ganjil, hanya 11. Berbeda dengan musim lalu yang berjumlah 12 tim.

Satu tim yang tidak hadir di musim ini adalah Stadium Jakarta. Tim yang tahun lalu diperkuat Pringgo Regowo, Valentino Wuwungan dan kawan-kawan ini bubar. Kebanyakan pemainnya kini menyebar di beberapa kontestan IBL 2017 lainnya.

Kemarin malam (7 Januari), IBL mengirimkan kepada media-media tiga salinan penting. Salinan pertama adalah pembagian grup kontestan IBL, salinan kedua roster pemain, dan salinan ketiga jadwal pertandingan.

Dalam keterangan kepada Mainbasket beberapa waktu lalu, Direktur IBL Hasan Gozali menjelaskan bahwa sistem kompetisi IBL 2017 akan berbeda dengan IBL 2016.

Pada musim IBL 2016, seperti halnya empat musim NBL Indonesia terakhir, setiap tim berjumpa tiga kali. Artinya, selama satu musim kompetisi reguler (tidak termasuk playoff atau Championship Series) setiap tim akan bermain sebanyak total 33 kali.

Dengan alasan persiapan yang singkat dan waktu kompetisi yang sempit, IBL 2017 mereduksi drastis jumlah pertandingannya. Sistem pertandingannya pun berubah.

Pada IBL 2017, sebelas tim peserta akan dibagi ke dalam dua grup (Pool). Pool A dan Pool B. Berikut isiannya.

Pool A
  1. CLS Knights Surabaya
  2. Satria Muda Pertamina Jakarta
  3. Bank BJB Garuda Bandung
  4. JNE Siliwangi Bandung
  5. Bima Perkasa Yogyakarta
Pool B
  1. Pelita Jaya Jakarta
  2. News Aspac Jakarta
  3. Hangtuah Sumatera Selatan
  4. Satya Wacana Salatiga
  5. NSH Jakarta
  6. Pacific Caesar Surabaya
Pembagian dua grup di IBL 2017 menjadi semacam pembuktian teori ganjil-genap. Pool A berisi 5 tim, Pool B, 6 tim. Tidak sama rata ketika dibagi dua.

Sistem pertandingannya adalah setiap tim yang ada di dalam satu Pool akan bertemu dua kali. Lalu setiap tim di Pool A akan bermain masing-masing satu kali dengan setiap tim di Pool B.

Nantinya, Pool A yang berisi lima tim masing-masing langsung dapat “bye” satu kali, alias otomatis dihitung menang. Ini adalah bonus bagi tim-tim di Pool A. Pada akhir musim, tiga tim teratas dari setiap pool akan lolos ke babak Playoff.

Ganjil yang Lain

Sistem kompetisi IBL 2017 menunjukkan ke-ganjil-an yang lain. Ganjil dalam hal ini berarti aneh atau tidak lazim.

Oleh karena jumlah pengisi Pool yang berbeda, IBL memaksakan sistem yang membuat kompetisi tidak akan berjalan adil. Tim di Pool A otomatis sudah mengantungi dua poin (satu kali menang dari jatah “bye”) sebelum ada pertandingan sama sekali.

Ibaratnya, saat ini, ketika IBL 2017 belum dimulai, tim-tim di Pool A sudah pernah menang satu kali.

Konsekuensinya akan muncul di akhir kompetisi. Ketika memperebutkan jatah untuk lolos ke babak playoff. Tim-tim di Pool A akan terbantu lolos walau dengan kenyataan bermain lebih sedikit. Sementara tim-tim di Pool B, terlepas sudah berusaha lebih keras, bisa jadi tak akan lolos playoff karena sistem ini. Perlu dicatat, bahwa di tengah distribusi pemain asing masing-masing dua pemain di setiap tim, kekuatan setiap tim diasumsikan sama rata.

Keanehan yang gamblang ini sayangnya diterima begitu saja oleh para peserta IBL 2017.

Roster Pemain

Salinan kedua yang dikirim oleh IBL adalah daftar pemain alias roster.

Banyak nama-nama baru di setiap tim. Baik dari hasil perpindahan atau pertukaran pemain, maupun nama-nama baru dalam arti sebenarnya.

Mantan pemain-pemain Stadium Jakarta yang timnya bubar menjelang IBL 2017 kini tersebar di beberapa tim lain seperti NSH Jakarta dan Aspac Jakarta. Dua di antaranya adalah Valentino Wuwungan dan Pringgo Regowo. Pringgo sendiri baru setahun membela Stadium. Sebelumnya, ia adalah andalan Aspac. Ia kini kembali lagi ke Aspac.

CLS Knights Surabaya yang rosternya sangat padat oleh bakat-bakat hebat di musim lalu juga mulai mendistribusikan pemain-pemainnya ke tim-tim lain. Otturay dan Moh. Saroni bergerak ke Bima Perkasa Yogyakarta, tim yang menggantikan keberadaan Bimasakti Malang di musim-musim sebelumnya.

Keistimewaan roster IBL 2017 adalah hadirnya nama-nama pemain asing di setiap tim.

Seperti kita ketahui, di bulan Desember 2016 lalu IBL menggelar perekrutan pemain-pemain asing. Dengan tajuk “IBL Draft”, liga menyediakan masing-masing dua pemain asing untuk setiap tim. Malam itu terpilih 20 nama pemain asing.

Dari jatah masing-masing dua pemain asing tersebut, CLS Knights dan Aspac masing-masing hanya boleh merekrut satu pemain. Pemain naturalisasi yang sudah dimiliki oleh kedua tim dianggap sebagai pemain asing. CLS Knights sudah memiliki Jamaar Andre Johnson dan Aspac memiliki Anthony Hargroves Jr.

Ebrahim Enguio Lopez saat itu tidak dianggap sebagai pemain naturalisasi. Menurut Hasan Gozali, Biboy, yang dinaturalisasi dari Filipina sudah dianggap sebagai pemain lokal.

Dengan tanggungan gaji dari IBL sebesar masing-masing 4.000 dolar Amerika Serikat per tim (maksimum 3.000 dolar untuk salah satu pemain), banyak yang mempertanyakan kualitas para pemain asing yang akan datang di IBL 2017. Kalau pun kualitas pemain IBL bukanlah sebuah isu, ada yang mempertanyakan benarkah seorang pemain asing mau dibayar dengan nilai sebesar itu.

Salah satu yang mempertanyakannya adalah Dior Lowhorn, pemain asing yang berlaga di tiga turnamen di Indonesia sebelum IBL 2017. Nama Dior Lowhorn juga masuk di daftar pemain asing yang boleh di-draft bulan Desember lalu. Dengan segudang pengalaman bermain di berbagai liga  basket di seluruh dunia, Lowhorn tak yakin ada pemain asing yang mau dibayar semurah itu. Kecuali dengan cara "bawah tangan" (baca majalah Mainbasket edisi 52, Januari 2017). Pada IBL Draft Pemain Asing, tak ada satu tim pun yang memilih Lowhorn.

Setelah gelaran IBL Draft yang heboh di Desember 2016 lalu, ternyata 7 dari 20 pemain asing yang muncul di roster IBL 2017 berbeda dengan hasil draft. Sebuah kenyataan unik yang mengundang tanya, “Lalu untuk apa acara draft waktu itu?”

Mengunci pemain-pemain yang sudah di-draft rupanya memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi IBL.

Untuk pemain asing, selain memberi subsidi bayaran masing-masing 4.000 dolar per tim, IBL juga mensyaratkan tinggi badan yang berbeda untuk dua pemain asing yang di-draft. Dari dua pemain yang di-draft, satu pemain maksimum memiliki tinggi badan 188 cm. Satu lagi bebas.

Tim pastinya akan mencari pemain yang memiliki badan jauh lebih tinggi untuk jatah bebas ini.

Syarat ini rupanya melenceng di CLS Knights dan Aspac. Kedua tim ini sudah memiliki masing-masing satu pemain naturalisasi (baca: asing) dengan tinggi masing-masing di atas 188 cm. Jamaar 196 cm, Anthony 200 cm.

Ketika memilih (draft) pemain baru, CLS Knights memilih DeChriston McKinney yang memiliki postur 203 cm, dan Aspac merekrut Piere Handerson yang memiliki tinggi 204 cm. Artinya, dua tim ini tidak memiliki satu pemain asing dengan tinggi di bawah 188 cm. Aturan batas tinggi salah satu pemain asing 188 cm tidak berlaku bagi CLS Knights dan Aspac.

Walau demikian, pelanggaran aturan tinggi badan ini pun bisa terjadi pada pemain-pemain asing lainnya. Karena pada data diri pemain asing di roster IBL 2017, khususnya mereka yang datang menggantikan tujuh pemain yang sudah di-draft, tidak ada keterangan tinggi badan mereka. Kita, sebagai penonton hanya bisa melihat nanti ketika akhirnya mereka bermain. Semoga tinggi para pemain asing pengganti ini sesuai aturan.

Ebrahim Enguio Lopez

Nama di atas adalah nama yang paling banyak diperbincangkan ketika roster IBL 2017 dikeluarkan. Banyak diperbincangkan karena nama Biboy tidak muncul di tim mana pun.

“Biboy sepertinya akan dianggap sebagai pemain asing,” kata Koh Kim Hong di Jawa Pos Honda Pro Tournament 2016 lalu. Pemilik Aspac ini terdengar khawatir.

Pemain asing, menurut IBL, adalah pemain internasional dan pemain naturalisasi. Pemain naturalisasi dianggap sebagai pemain asing agar ke depan tidak ada tim yang berusaha menambah pemain internasional melalui lubang naturalisasi.

Masalahnya, menurut pernyataan Hasan Gozali sebelumya, Biboy adalah istimewa. Ia dianggap pemain lokal. Itulah sebabnya Aspac masih bisa mendapat jatah satu kali di IBL Draft pemain asing tahun lalu.

Namun dari pernyataan sebuah sumber terpercaya di IBL, pernyataan Hasan Gozali dianggap belum final. Biboy rupanya tetap dianggap sebagai pemain asing. Jadi jika Biboy adalah pemain asing, dengan tambahan satu pemain asing melalui draft, Aspac berarti memiliki tiga pemain asing. Pernyataan Hasan sudah tak berlaku lagi.

Situasi yang menimpa Biboy sebenarnya cukup menyedihkan. Walau memang berstatus pemain naturalisasi, pernyataan Hasan di awal sempat memberi pengharapan besar.

Biboy bukanlah sosok asing. Ia adalah pemain ramah yang dicintai para penggemar Aspac dan basket Indonesia umumnya. Jangan lupa, Biboy adalah salah satu pemain Indonesia yang paling beringas di Final SEA Games 2015. Padahal ia –dan Indonesia- saat itu melawan Filipina.

Perubahan ini juga menunjukkan ketidakkonsistenan IBL. Ketidakkonsistenan yang mengorbankan karir Biboy dan rencana karirnya ke depan, termasuk mungkin mata pencarian yang sudah direncanakannya.

Terlepas dari berbagai keganjilan yang sudah terjadi menjelang IBL 2017, kompetisi yang kita tunggu-tunggu ini akan mulai bergulir tanggal 20 Januari nanti. Jadwal lengkap pertandingannya pun sudah keluar.

Seganjil apa pun yang sudah terjadi dalam mempersiapkan liga ini, rasanya akan tetap tertutupi dengan keseruan pertandingan-pertandingannya nanti. Dan yang terpenting, ketika nanti kompetisi musim reguler selesai, tak boleh ada tim –khususnya tim di Pool B- yang mengeluh mereka tidak lolos Playoff karena selisih satu atau dua poin dari tim yang lolos di Pool sebelahnya. Semua sudah tahu bahwa musim ini, IBL memang ganjil.(*)

Foto: Hari Purwanto

Komentar