ABL

DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 segera menemui akhir Sabtu, 17 November 2018. Bertempat di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, dua tim putra dan dua tim putri terbaik di Jakarta akan menentukan siapa pemilik basket SMA Jakarta sesungguhnya.

SMA Bukit Sion, perwakilan dari Jakarta Barat berhadapan dengan SMAN 61, perwakilan Jakarta Timur di kategori putra. Sementara di kategori putri, dua wakil dari Jakarta Selatan, SMAN 3 dan SMAN 28 akan memperebutkan satu gelar juara tersebut. Bagi laga kategori putri, partai ini adalah partai ulangan babak wilayah. Ya, kedua tim sudah pernah bertemu di final Wilayah Selatan. SMAN 28 keluar sebagai pemenang usai menundukkan 64-52.

Jelang partai final, Mainbasket merangkum empat pemain paling berbahaya dari keempat tim finalis tersebut. Keempat pemain ini memiliki kemampuan menjadi penentu akhir cerita pertandingan dengan kemampuan mereka. Simak rangkuman berikut.

Sophia Rebecca Adventa

Sophia Rebecca Aventa masuk ke daftar ini dengan satu catatan yang cukup “menyeramkan”. Selama empat laga DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, nama Sophia nyaris selalu muncul di sepuluh besar pemegang statistik terbanyak. Ya, Sophia menempati peringkat tujuh untuk poin terbanyak, pertama untuk rebound, tiga untuk asis, dan lima untuk blok. Satu-satunya statistik yang tidak memiliki nama Sophia adalah kategori steal. Total rataan Sophia adalah 6,2 poin, 11,0 rebound, 1,7 asis, dan 0,5 blok per laga. Bersama dengan Shabrina Shalhan, Alya Namira, dan Komang Raissa Istyana Putri, SMAN 28 siap menghadang perlawanan SMAN 3.

Jofinka Putri Bandini

Jika SMAN 28 punya Sophia, SMAN 3 menyiapkan lawan untuk menghentikannya dalam diri Jofinka Putri Bandini. Sama-sama lebih banyak berperan di dalam area kunci, kedua pemain ini akan banyak berduel di laga penentuan nanti. Jofinka juga memiliki catatan menarik sepanjang DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Dalam empat laga yang mana ia selalu turun sebagai pemain utama (starter), namanya juga muncul dalam sepuluh besar tiga statistik utama basket. Pemain bernomor punggung sembilan ini menempati urutan sembilan pencetak angka terbanyak, kelima dalam urusan rebound, dan peringkat empat untuk ketegori asis. Total rata-rata perolehan Jofinka per laga adalah 5,5 poin, 6,7 rebound, dan 1,5 asis per laga. Jika Jofinka mampu menghentikan Sophia dan berhasil membangun serangan sempurna dengan Zefanya Angelina dan Zhara Mauritska, SMAN 3 bukan tidak mungkin membalaskan dendam mereka di final Wilayah Selatan lalu.

Dhimas Aldry

Laju apik SMAN 61 hingga melaju ke partai pamungkas DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 ini tak terlepas dari peran besar Dhimas Aldry. Dhimas menjadi top skor tim di empat laga yang sudah dilalui dengan total 42 poin, atau setara dengan 10,5 poin per gim. Selain menjadi top skor tim, angka tersebut juga menempatkan Dhimas sebagai pemain kedua tersubur di babak ini. Di sisi lain, Dhimas juga menorehkan rataan 3,7 rebound, 3,7 steal, plus 1,3 asis per laga. “Keajaiban” Dhimas ditambah bantuan dari Aruosatyo Bhanurahman, serta Yoel Marco akan menjadi kunci SMAN 61 merengkuh tahta penguasa Jakarta di partai puncak nanti.

Dixie Sterling Wang

SMA Bukit Sion tampil menyeramkan sepanjang empat laga DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Kedigdayaan tim asal Jakarta Barat dengan mengandalkan pergerakan bola dinamis membuat lawannya kebingungan. Ditambah dengan eksekusi mematikan dari Dixie Sterling Wang, tim ini seolah tampah celah. Dixie total mencetak 64 poin sepanjang 4 laga yang setara dengan 16 poin per gim. Lebih hebat lagi, 33 dari 64 poin Dixie berasal dari tembak tripoin. Tembakan-tembakan Dixie di partai puncak nanti bisa jadi penentu Bukit Sion untuk manjadi juara. Pun begitu, SMAN 61 juga tak bisa hanya berpusat kepada Dixie. Masih ada nama Darryl Sebastian dan Rafael Pasha yang siap memanfaatkan celah saat lawan berpusat pada Dixie.

Foto: Dika Kawengian, Abraham Buwana

Komentar