Tidak mudah bagi Giannis Antetokounmpo untuk memulai lembar baru. Giannis pindah tim untuk pertama kali dalam kariernya. Setelah 13 tahun menjalani kehidupan di Milwaukee, kini Giannis harus menyesuaikan diri dengan berbagai hal baru di Miami secara fisik dan mental.
Perpindahan Giannis ke Miami Heat menjadi salah satu transfer terbesar pada musim panas ini. Milwaukee Bucks, yang dalam fase pembangunan ulang, juga mengirimkan Bobby Portis dalam paket pertukaran dengan Heat.
Sebagai gantinya, Heat menyerahkan aset yang berisi Tyler Herro, Kal’el Ware, Jaime Jaquez Jr., Karparas Jakucionis, dan hak pilih masa depan salah satunya menjadi Nate Ament di NBA Draft 2026.
Baca juga: Tautan Jumpa Pers LeBron Bikin Heboh, Miami Heat Akui Lakukan Kesalahan
Transfer tersebut sekaligus mengakhiri kebersamaan panjang Giannis dengan Bucks sejak terpilih sebagai No. 15 NBA Draft 2013. Giannis menorehkan sejarah dengan satu gelar NBA pada 2021, dua MVP NBA, dan status sebagai ikon terbesar dalam sejarah modern Bucks.
Dalam wawancara terbaru di AnesTea the Podcast bersama Anestis Evangeloloulos, Giannis mengaku berada di luar zona nyaman untuk pertama kalinya. Menurutnya, meninggalkan lingkungan yang menjadi rumahnya lebih dari satu dekade memang menakutkan.
“Saya ingin mencari pengalaman yang berbeda. Saya senang berada di Miami. Tapi saya mengakui bahwa saya masih belum merasa nyaman di Miami. Saya akan datang kesana dan memberikan yang terbaik. Semoga semuanya berjalan lancar,” kata pemain 31 tahun itu.
Baca juga: Bam Adebayo Sambut Giannis, Tegaskan Target Juara Miami Heat
Greek Freak menegaskan dirinya bahagia di Miami dan siap menghadapi tantangan baru bersama Heat. Giannis menyadari proses adaptasi tidak akan mudah. Tetapi ia yakin keputusan bergabung dengan Heat akan membantunya berkembang sebagai pemain maupun pribadi.
Di sisi lain, Giannis juga menanggapi kemungkinan penggemar Bucks merasa dikhianati oleh keputusannya meninggalkan Milwaukee. Tapi Giannis memastikan hubungan yang telah dibangun selama 13 tahun tidak akan hilang meski ia mengenakan jersei yang berbeda.
“Saya mencintai Milwaukee dan akan terus mencintainya sampai akhir hayat. Kota dan organisasi itu membentuk saya menjadi seperti sekarang. Mereka juga menerima dan menyayangi keluarga saya,” ujar All-NBA sembilan kali tersebut.
Giannis percaya mayoritas fans Bucks memahami bahwa perpindahan ini merupakan bagian dari perjalanan karier seorang atlet profesional. Ia bahkan berharap suatu hari nanti bisa kembali ke Milwaukee, meski bukan berarti sebagai pemain yang akan mengakhiri karier di sana. (rag)
Foto: Ethan Miller/AFP





0822 3356 3502