New York Knicks menunjukkan mental juara sepanjang perjalanan menuju gelar NBA 2026. Tim asuhan Mike Brown itu berkali-kali dalam posisi sulit dan mampu bangkit. Pemain Knicks Mikal Bridges mengungkapkan keyakinan untuk membalikkan keadaan menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut.
Knicks tidak melalui perjalanan menuju gelar dengan mudah. Untuk mengakhiri penantian selama 53 tahun itu, Knicks beberapa kali harus mengejar ketertinggalan besar. Termasuk dalam seri playoff melawan Cleveland Cavaliers dan San Antonio Spurs.
Bridges mengingat bagaimana Knicks mampu mengatasi situasi sulit tersebut. Ini tidak lepas dari beberapa situasi serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Ketika kondisi seperti itu terjadi di saat genting, Knicks memiliki pengalaman untuk keluar dari situasi sulit.
Baca juga: Derrick Rose Sudah Yakin Knicks Juara NBA 2026 Sejak Mereka Masuk Playoff
Seperti saat Gim 1 melawan Cavaliers di Final Wilayah Timur 2026. Knicks sempat tertinggal 22 poin di kuarter keempat. Knicks berhasil unggul dengan skor akhir 115-104 melalui tambahan waktu. Pada akhirnya, Knicks menyapu bersih Cavaliers di seri tersebut.
“Kami pernah berada dalam situasi yang sama dan berhasil mengatasinya. Jadi, kami punya keyakinan karena kami sudah pernah mengalaminya. Jelas, bermain di final berbeda dengan seri playoff lainnya. Tetapi pada dasarnya ini tetap hanya sebuah pertandingan,” kata Bridges dalam wawancara dengan Men’s Health.
Mentalitas tersebut kembali diuji pada Final NBA 2026 melawan Spurs. Dalam Game 4 di San Antonio, Knicks sempat tertinggal hingga 29 poin. Namun, mereka mampu melakukan comeback luar biasa dan akhirnya menang 107-106 melalui tembakan buzzer beater OG Anunoby.
Baca juga: Julius Randle Tak Kecewa Knicks Juara Tanpa Dirinya
Bridges mengaku situasi seperti itu tidak membuat Knicks panik. Menurutnya, meski tertinggal 27 poin di paruh pertama, mereka masih memiliki peluang karena pertandingan belum berakhir.
“Kalau kami bisa tertinggal 20 poin dengan 10 menit tersisa dan masih punya kesempatan, maka tertinggal 27 poin dengan 24 menit tersisa tentu kami juga punya kesempatan,” ujar Bridges.
Peran jeda pertandingan juga dianggap penting. Bridges mengatakan waktu istirahat memberikan kesempatan bagi Knicks untuk mengevaluasi permainan, memperbaiki kesalahan, sekaligus menyesuaikan strategi apabila lawan melakukan perubahan.
“Jeda pertandingan adalah hal yang bagus karena pertandingan berjalan sangat cepat. Kami bisa melihat apa yang harus diperbaiki dan kemudian kembali bermain dengan level yang lebih tinggi,” jelasnya.
Mentalitas tersebut akhirnya membawa Knicks melewati playoff dengan catatan 16-3 dan mengakhiri penantian panjang waralaba tersebut. Knicks menjadi juara NBA untuk pertama kalinya sejak tahun 1973. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502