Milwaukee Bucks merasakan dilema saat melepas Giannis Antetokounmpo. Manajer Umum Bucks Jon Horst membuat pengakuan jujur setelah mengambil keputusan menukar pemain yang menjadi ikon waralaba selama lebih dari satu dekade tersebut.

Bucks sepakat menukar Giannis ke Miami Heat. Dalam kesepakatan itu, Bucks juga menyertakan Bobby Portis. Kemudian Heat melepas asetnya yang terdiri dari Tyler Herro, Kal’el Ware, Jaime Jaquez Jr., Kasparas Jakucionis, dan hak pilih masa depan.

Melalui pernyataan kepada media pada Rabu (8/7) waktu setempat, Horst menegaskan menukar Giannis merupakan salah satu keputusan paling sulit sepanjang kariernya sebagai eksekutif klub.

Baca juga: Hanya Ada Giannis, Heat Tidak “Menampung” Keluarga Antetokounmpo

“Tidak ada seorang pun yang duduk di sini hari ini dan mengatakan bahwa kami adalah tim yang lebih baik setelah menukar Giannis. Dia merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah bermain dalam sejarah waralaba ini. Kami telah meraih kesuksesan yang luar biasa,” ungkap Horst.

Kepergian Giannis menandai berakhirnya sebuah era yang telah berlangsung selama 13 tahun. Bucks merekrut Giannis sebagai No. 15 NBA Draft 2013. Giannis berkembang sebagai salah satu pemain terbaik NBA dengan dua MVP, Defensive Player of the Year 2020, 10 All-Star, hingga sembilan kali All-NBA.

Giannis juga berhasil mengantar Bucks mencapai kesuksesan. Mereka mengalahkan Phoenix Suns di Final NBA 2021. Bucks menjadi juara NBA lagi setelah 50 tahun. Giannis juga dinobatkan sebagai pemain terbaik seri yang berlangsung enam gim tersebut.

Baca juga: Tyler Herro Senang Bisa Pulang Kampung ke Milwaukee

Meski demikian, Horst menjelaskan bahwa keputusan menukar Giannis diambil demi masa depan organisasi. Tawaran yang diterima Bucks memberikan kombinasi pemain muda berbakat, aset draft, dan fleksibilitas jangka panjang yang sulit untuk diabaikan.

“Bagi kami, ini tentang kesempatan membangun kembali dan menetapkan sebuah fondasi. Apakah kami bisa membangun fondasi baru bersama pelatih baru, membentuk tim yang membanggakan kota dan klub, serta tetap kompetitif dalam jangka panjang,” lanjut Horst.

Horst menepis anggapan bahwa ada satu momen tertentu yang membuat Bucks memutuskan berpisah dengan Giannis. Ia menyebut proses tersebut berlangsung secara bertahap setelah melalui berbagai pertimbangan mengenai arah pembangunan tim.

"Kami memahami siapa Giannis bagi kota ini, bagi organisasi, dan bagi para penggemar. Karena itulah keputusan ini sangat sulit," imbuhnya.

Kini Bucks memasuki fase baru dengan mengandalkan pemain-pemain muda dan aset masa depan hasil pertukaran tersebut. Horst optimistis fondasi baru ini akan membuat Bucks kembali menjadi tim kompetitif dalam beberapa musim mendatang. (rag)

Foto: NBA

Komentar