Bandung Arena bergelora dalam IBL All-Star 2026. Arena tersebut dipenuhi penonton yang antusias menyaksikan para pemain bintang IBL. Bersama dengan para bintang tamu, para pemain tampil dalam acara yang memadukan antara basket dan hiburan.
Berikut hal-hal penting yang terjadi dalam IBL All-Star 2026:
Bandung Jadi Tuan Rumah Lagi
Momen pada Sabtu (14/4) itu menjadi kembalinya Bandung sebagai tuan rumah IBL All-Star setelah 14 tahun. Bandung tercatat tiga kali menggelar All-Star pada era IBL dan NBA. Event sebelumnya berlangsung pada tahun 2009 dan 2012.
Pada IBL 2009, masih ada nama-nama Denny Sumargo, Mario Wuysang, Youbel Sondakh, Kelly Purwanto, hingga Andi Batam. Masuk pada tahun 2012 saat era NBL, ada bintang tamu mantan-mantan NBA yaitu Ricky Pierce, Vin Baker, Jason Williams, dan Duane Causwell.
Baca juga: Rangkaian Acara IBL All-Star 2026 di Bandung Arena
Kembalinya All-Star ke Bandung juga bersamaan dengan Satria Muda yang berpindah homebase. Satria Muda merupakan representasi kota Jakarta sejak tahun 1990-an. Setelah Prawira Bandung mengembalikan lisensi pada 2025, Satria Muda pindah dan kini memegang entitas tim basket profesional kota Bandung.
Meski begitu, antusiasme penonton kota Bandung tetap luar biasa di IBL All-Star 2026. Bandung Arena penuh sejak sore hari. Penonton semakin bergemuruh saat menyaksikan keseruan All-Star Game yang mempertandingan Team Yudha vs Team Prastawa.
Jersei All-Star yang Berbeda
Tidak sekadar nostalgia pecinta basket di Kota Kembang. IBL All-Star 2026 menawarkan berbagai hal baru. All-Star Game memang menjadi sajian utama. Ada beberapa inovasi yang ditawarkan.
Baca juga: IBL All-Star 2026 Memukau! Team Yudha Menang, AJ Bramah Jadi MVP
Jersei IBL All-Star 2026 tampak berbeda. Pada umumnya, jersei basket memiliki warna yang sama dengan celana. Tapi di IBL All-Star 2026 ini tidak. Warna jersei berbeda dengan warna celana (mismatch).

Team Yudha mengenakan jersei biru tua dengan celana krem. Sedangkan Team Prastawa dengan jersei merah dan celana putih. Ada pendapat beragam tentang pemilihan warna jersei ini. Beberapa menilai tidak setuju. Terutama pemilihan warna putih.
Satu Lawan Satu yang Seru
Terlepas dari inovasi jersei, ada inovasi lain yang mendapat banyak pujian. Yakni 1-on-1 Challenge atau satu lawan satu. Acara ini menjadi pertama kali diadakan dalam event IBL All-Star. Pemenang ditentukan oleh pencetak poin terbanyak selama lima menit atau yang mencapai 15 poin terlebih dahulu.
Baca juga: IBL All-Star 2026: Agassi Menguasai Tripoin, Justin Jaya Juara 1-on-1 Challenge
Justin Jaya keluar sebagai pemenang. Pemain Tangerang Hawks itu mengalahkan Daffa Dhoifullah (Pacific Caesar) 11-5 di babak penyisihan. Kemudian mengungguli seniornya, Yesaya Saudale di babak final dengan skor akhir 15-14.
.jpg)
Sebagai edisi pertama, 1-on-1 Challenge memang memiliki banyak catatan. Penambahan musik dan MC yang lebih atraktif bisa membuat suasana menjadi lebih seru. Dirut IBL Junas Miradiarsyah mengungkapkan bahwa jumlah peserta hanya dibatasi empat pemain karena mempertimbangkan durasi acara. Tapi Junas terbuka bahwa di event berikutnya ada evaluasi-evaluasi yang membuat 1-on-1 Challenge bisa lebih baik dan menarik lagi.
Koper Abraham
Abraham Damar Grahita mencuri perhatian saat sesi perkenalan Team Yudha di All-Star Game. Pemain Satria Muda Bandung itu tampak menenteng sebuah kotak kaca yang berisi sepasang sepatu.
Baca juga: Jumlah Atlet Asing di Indonesia Meningkat, Imigrasi Buat Layanan Khusus
Sepatu tersebut merupakan prototipe dari AZA by Jackson AD3. Itu merupakan sepatu khas ketiga Abraham dengan AZA. Abraham telah memiliki sepatu khas sejak 2019 bersama jenama lokal tersebut.
.jpg)
Abraham terpilih untuk ketujuh kalinya di IBL All-Star. Peraih emas SEA Games 2022 itu turut membawa Team Yudha menang 117-106 atas Team Prastawa. Abraham mencetak 15 poin dan 6 rebound selama 30 menit
A.J. Bramah yang Memukau
Kemenangan Team Yudha tidak lepas dari kontribusi dan aksi memukau dari A.J. Bramah. Pemain Pacific Caesar Surabaya itu membukukan 35 poin dan 20 rebound. Ia mencetak 17/29 tembakan yang juga menampilkan dunk-dunk yang membuat penonton bersorak. Braham pun dinobatkan sebagai MVP IBL All-Star 2026.
Penampilan Bramah seakan kontras dengan posisi Pacific yang kesulitan di papan bawah IBL 2026. Pacific hanya meraih dua kemenangan dari 13 pertandingan pada musim ini. Bramah membukukan rata-rata 29,5 poin, 12,2 rebound, dan 5,1 asis per gim. (rag)
Foto: IBL





0822 3356 3502