Pemain asing yang berkompetisi di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan diberlakukannya aturan di masing-masing liga. Termasuk di IBL. Untuk mempermudah proses administrasi, Direktorat Jenderal Imigrasi menyiapkan layanan khusus untuk atlet asing yang datang ke Indonesia.
IBL 2026 memperbolehkan setiap tim merekrut tiga pemain asing. Berbeda dengan musim sebelumnya yang maksimal dua pemain asing di lapangan. Pada musim ini ketiga pemain asing IBL bisa bermain bersama di lapangan.
Begitu juga dengan kompetisi sepak bola, Super League, yang bisa mengontrak 11 pemain asing dengan tujuh pemain yang bisa bermain bersamaan dan sembilan di dalam roster. Untuk bola voli, Proliga, ada dua pemain yang bisa dipakai setiap klub.
Baca juga: IBL All-Star 2026 Memukau! Team Yudha Menang, AJ Bramah Jadi MVP
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Hendarsam Marantoko mengungkapkan dukungannya terhadap kemajuan olahraga Indonesia. Caranya dengan memudahkan pelayanan dalam administrasi atlet asing.
“Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kami harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa,” kata Hendarsam di sela-sela IBL All-Star 2026 di Bandung Arena pada Sabtu (11/4) lalu.
Hendarsam mengungkapkan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mempermudah administrasi atlet asing di Indonesia. Mereka tidak perlu lagi antre saat tiba di bandara. Kemudian proses pengurusan administrasi dipermudah melalui aplikasi.
“Bagi atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati dan itu berdampak pada performa. Padahal mereka juga bisa menjadi duta bagi Indonesia. Jika mereka mendapat kesan yang baik sejak masuk, mereka bisa menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu ramah pengguna tapi tetap punya fungsi pengawasan,” lanjut Hendarsam.
Baca juga: IBL All-Star 2026: Agassi Menguasai Tripoin, Justin Jaya Juara 1-on-1 Challenge
Di sisi lain, Hendarsam memberi catatan. Ada dua pendekatan yang dilakukan Imigrasi. Untuk atlet yang datang dalam satu event, fungsi pengawasan tidak terlalu ketat. Tapi bagi yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan.
“Tim ini akan segera terbentuk. Sebenarnya sudah ada tim yang menangani hal ini, tetapi saya ingin membuatnya lebih spesifik dan fokus pada sektor olahraga. Karena kegiatan olahraga ini tidak pernah berhenti—selalu ada event setiap tahun,” imbuhnya.
Menjelang kompetisi bergulir pada awal Januari lalu, IBL merilis ada 33 pemain asing yang bertanding pada musim ini. Sebanyak 20 diantaranya merupakan nama baru. Sisanya pemain asing yang kembali bermain di IBL. Ada yang tahun kedua dan ketiga bertanding di Indonesia.
Dari nama-nama yang bermain di awal musim, 26 pemain berasal dari Amerika Serikat. Sisanya datang dari Brasil, Australia, hingga Ukraina. Mereka memiliki pengalaman bertanding di NBA, G League, NBL, CBA, PBA, B. League, hingga Euroleague.
“Tidak ada keraguan dari kami terhadap dukungan dari Pak Dirjen, dari kementerian, maupun dari teman-teman yang lain. Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga, khususnya di bidang basket,” ucap Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi. (rag)





0822 3356 3502