IBL

Timnas Amerika Serikat dikenal memiliki reputasi tertinggi di ajang bola basket dunia. Tetapi mereka tumbang dua kali beruntun di semifinal FIBA AmeriCup. Brazil berhasil menyingkirkan AS di semifinal FIBA AmeriCup 2025 yang berlangsung di Managua, Nicaragua pada Sabtu, 30 Agustus 2025 waktu setempat.

AS memang tampak mendikte pertandingan. Puncaknya di kuarter ketiga saat mereka memimpin hingga 20 poin. Tapi Brazil bangkit di kuarter keempat dan dan memangkas defisit dobel digit tersebut.

Brazil berhasil membalikkan kedudukan dalam lima menit terakhir. Brazil unggul dengan skor akhir 92-77. Kemenangan Brazil itu membuat mereka mencapai final FIBA AmeriCup dua kali beruntun.

Yago Santos memimpin Brazil melalui dobel-dobel 25 poin dan 12 asis plus 4 rebound. Yago mencetak separuh dari 14 tembakan setama 34 menit. Ia juga tidak meleset dalam delapan tembakan gratis.

Bruno Caboclo juga luar biasa melalui 20 poin dan 9 rebound. Akurasinya juga tinggi dari 7/13 tembakan. Lucas Diaz membantu selama 40 menit dengan 18 poin dan 13 rebound. Serta Georginho De Paula dengan 13 poin dan 7 rebound.

AS memiliki Langston Galloway yang mencetak 22 poin dari 7/15 tembakan. Javonte Smart bermain selama 29 menit dengan 13 poin dan 5 asis. Jerian Grant membukukan 11 poin dari 5 tembakan tepat sasaran.

Final FIBA AmeriCup 2025 mengulang edisi sebelumnya. Yakni mempertemukan Argentina dan Brazil di laga puncak. Ini menjadi ketiga kalinya secara beruntun Argentina lolos ke final turnamen sebenua Amerika itu.

Sedangkan AS akan bertarung dalam perebutan tempat ketiga dengan Kanada. Sebelumnya Kanada tumbang dari Argentina 73-83 di semifinal. Pertemuan ini persis seperti tiga tahun lalu.

Sementara itu, Argentina merupakan juara bertahan. Mereka menang dramatis atas Brazil 75-73 di final FIBA AmeriCup 2022. AS juga bertemu Kanada dan unggul 84-80 dalam perebutan tempat ketiga.

AS sendiri terakhir juara pada FIBA AmeriCup 2017 usai mengalahkan Argentina 81-76. Saat itu, Jameel Warney menyumbang 21 poin dan 7 rebound untuk AS. (rag)

Foto: FIBA

Komentar