TIMNAS

Pada musim ini, tim asal Los Angeles merupakan tim yang paling menyedot perhatian media. Los Angeles Lakers, merekut salah satu forwarda terbaik di NBA, Anthony Davis, untuk menemani Sang Raja, LeBron James. Rival sekota Lakers, Los Angeles Clippers, tidak diam begitu saja. Mereka langsung merekut dua bintang, yaitu MVP Final 2019, Kawhi Leonard, dan nominasi MVP tahun 2019, Paul George.

Walau demikian, para penggemar harus bersabar untuk melihat kedua pemain ini bermain bersama. George absen di awal musim, karena cedera. Ketika George sembuh, giliran Leonard yang absen karena terkena “cedera”. Penantian para penggemar untuk menyaksikan kedua pemain tersebut bermain bersama berakhir. George dan Leonard bermain bersama ketika melawan tim pemuncak klasemen sementara Wilayah Timur, Boston Celtics, Rabu malam, 21 November 2019, waktu setempat.

Kedua pemain tersebut total bermain selama 27 menit. Mereka berdua banyak bermain dengan dua komposisi. Komposisi pertama bermaterikan Ivica Zubac, Patrick Beverly, Paul George, Kawhi Leonard, Maurice Harkless. Sementara komposisi kedua diisi oleh Lou Williams, Montrezl Harrell, Patrick Beverley, Paul George, Kawhi Leonard

Komposisi satu (Ivica Zubac, Patrick Beverley, Paul George, Kawhi Leonard, Maurice Harkless)

Mereka berlima tampil selama 13 menit 12 detik. Komposisi ini merupakan yang terbaik dalam hal serangan. Mereka berlima mencetak 29 poin dengan efisiensi tembakan 65 persen. Selain itu, mereka memiliki efektivitas tembakan yang mendukung kesuksesan tim, yaitu 55 persen dari 9 upaya tembakan di area dua angka dan 54 persen dari 11 upaya tembakan di area tiga angka.

Komposisi dua (Lou Williams, Montrezl Harrell, Patrick Beverley, Paul George, Kawhi Leonard)

Komposisi dua merupakan yang terbaik di laga ini. Mereka memiliki efisien bersih 39,5 selama 10 menit 6 detik. Komposisi dua mencetak 23 poin dengan efisiensi tembakan 54 persen. Kekuatan utama terletak dalam hal bertahan.

Mereka berhasil membuat tembok yang kukuh dengan hanya kemasukkan 0,6 angka pada setiap penguasaan lawan. Lawan berhasil menghasilkan efektivitas tembakan yang tinggi pada area dua angka, yaitu 50 persen dari 12 upaya tembakan. Namun, Komposisi kedua berhasil menahan lawan untuk tidak menghasilkan angka dari 5 upaya tembakan tiga angka.

Performa Duet George-Leonard

Para penggemar memiliki asumsi ketika George dan Leonard tampil bersama maka akan tercipta performa yang seimbang antara menyerang dan bertahan. Hal tersebut terbukti benar di laga ini. Mereka berdua memiliki efisiensi bersih 18,2. Selain itu, duet ini memiliki Player Impact Estimate (PIE) yang mendukung kesuksesan tim, yaitu 68,9.

George-Leonard mencetak 56 poin, di mana 18 poin berasal dari area dua angka dengan efektivitas tembakan 52,9 persen. Dari tripoin, keduanya mencetak 33 poin dengan efektivitas tembakan 40,7 persen dan 5 poin sisanya berasal dari tembakan bebas dengan efektivitas tembakan 62,5 persen.

Produktivitas angka mereka hanya kalah dari duet Lou Williams dan Montrezl Harrell (untuk duet yang tidak melibatkan George dan Leonard). Pun demikian, George-Leonard dapat bermain lebih efisien dibanding duet Williams dan Harrell. Duet pemain baru ini menghasilkan 1,0 poin pada setiap penguasaan. Sedangkan duet Williams-Harrel memiliki 0,9 poin pada setiap penguasaan. Sisi sebaliknya, George-Leonard dapat menahan efisiensi serangan lawan dengan kemasukkan 0,8 poin pada setiap penguasaan lawan.

Duet George-Leonard memberikan kesan awal yang positif. Keduanya membuat Clippers seolah menjadi tim yang sempurna. Pasalnya, duet ini mampu menciptakan keseimbangan yang baik antara menyerang dan bertahan. Jika Clippers berhasil menjaga kesehatan kedua pemain ini sepanjang musim reguler atau bahkan playoff nanti, bukan tidak mungkin Clippers akan menjadi salah satu tim paling ditakuti di NBA.

Foto: NBA

 

Komentar