TIMNAS

 

Masih membenci LeBron James dan mengolok-oloknya?

Begini, LeBron James sudah bermain sebanyak tujuh kali di Final NBA. Termasuk enam kali berturutan dalam enam tahun terakhir. Ia kalah tiga kali dan menang dan juara tiga kali.

Pada Final NBA 2016 kemarin, LeBron James melakukan banyak hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pertama, membalikkan keadaan di final. Dari tertinggal 1-3 menjadi unggul 4-3.

Sepanjang sejarah NBA, kecuali kemarin, tidak ada yang pernah melakukannya. Jadi, ketika Golden State Warriors kembali ke Oakland untuk menjalani Game 5, (harap-harap cemas) mereka sebenarnya sudah siap untuk berpesta. Sejarah mengatakan bahwa mereka memang boleh mempersiapkan pesta.

Tetapi sejarah baru menunda pesta mereka. Lalu kemudian membatalkannya.

Kedua, kemenangan LeBron James dan kawan-kawan juga memutus rentang sejarah kelam panjang kota Cleveland yang tidak pernah disambangi gelar juara di cabang olahraga besar favorit Amerika Serikat apa pun selama 52 tahun! Ini yang terlama di AS di antara kota-kota yang memiliki tim di liga NBA, NFL, NHL dan MLB.

Terakhir kali kota Cleveland merasakan pesta pora karena juara adalah tahun 1964. Saat itu, Cleveland Browns juara NFL.

Itulah data singkat atas apa yang terjadi kemarin. Mungkin cukup untuk membuat pembenci LeBron untuk berpikir ulang. Tetapi –tetap saja- pasti masih kurang.

Apa yang terjadi di Game 7 mungkin bisa membantu. Game 7, oleh beberapa artikel selepas Final NBA 2016 ditulis sebagai salah satu laga final terhebat yang pernah terjadi di NBA. Tajuk tersebut tentu terbangun oleh bumbu-bumbu angka dan sejarah yang meliputinya. Plus dua laga sebelumnya di mana LeBron masing-masing mencetak 41 poin dan memiliki peluang mencetak sejarah (di game 7).

Melihat apa yang terjadi di Laga Ketujuh, akan tergambar keseruan yang memang terjadi. Apalagi ketika melihat performa perseteruan LeBron James dan Draymond Green yang seolah baku fisik bahkan dalam arti sebenarnya (foul terakhir Green kepada James di detik-detik akhir sangat menggambarkan ini). Draymond Green benar-benar menjadi sosok lawan yang berjuang demi Warriors sampai habis. Respek!

Hey, kita tidak sedang membicarakan Draymond Green, sosok jantan yang datang memberi selamat kepada LeBron James ketika Cavaliers merayakan kemenangan. Kita membahas LeBron James.

Ok, kembali ke LeBron James. Selain triple-double (27 poin, 11 rebound, 11 assist), permainan defense LeBron di Game 7 juga menakjubkan. Dan satu yang akan selalu dikenang selamanya oleh pecinta Cavaliers dan NBA adalah bloknya kepada Andre Iguodala ketika skor ketat 89 sama yang tak kunjung berubah (sejak sekitar 4 menit 30 detik sisa kuarter 4) sampai Kyrie Irving memasukkan tembakan tripoin di depan Stephen Curry.

Blok LeBron kepada Iggy fantastis dari berbagai sudut: kecepatan mengejar bola, ketinggian melompat (kepalanya nyaris menabrak papan), ketepatan momentum dan keagresivitasan yang luar biasa. Salah satu momen permainan terbaik di Game 7 kemarin!

Perjuangan LeBron James di Game 7 dan dalam menepati janjinya untuk membawa gelar juara ke Cleveland akan membuat mereka yang membakar jersenya ketika hengkang ke Miami enam tahun lalu merasa sangat berdosa besar dan malu.

Setelah menyaksikan Game 7 kemarin, silakan bongkar kembali susunan pemain favoritmu sepanjang sejarah.

Kalau belum ada nama LeBron James di sana, coba merenung sedikit, apakah pilihanmu sudah tepat atau kamu butuh merenung lebih lama lagi.

Setelah menyaksikan Game 7 kemarin, sulit mengeluarkan LeBron James dari daftar lima pemain terbaik dalam sejarah NBA. Sulit.

Tetapi kalau kamu memang pembenci LeBron James, tentu mudah. Mudah menganggap LeBron James tidaklah sehebat itu. Cukup dengan melemparkan satu pertanyaan/pernyataan ini:

“Berapa jumlah cincin juara LeBron?”

Jawabannya: Ya, tidak lebih banyak daripada Robert Horry.

Foto: NBA

Komentar