Luka Doncic bermain seolah-olah ia bertekad untuk mengamankan trofi MVP. Ia membuktikan kemampuannya dengan mencetak lebih banyak poin di awal musim, yaitu 361 poin dalam sembilan pertandingan. Jumlah terbanyak sejak Wilt Chamberlain mencetak 472 poin pada tahun 1962. Doncic bisa membawa tim meraih gelar juara jika Lakers mampu membantunya mencapai titik tersebut. Uniknya, dengan penampilan yang luar biasa ini, Doncic sekarang mengaku hanya sedang bersenang-senang.

Keganasan Luka Doncic di musim 2026-2027 sejauh ini belum mereda. Portland Trail Blazers menjadi tim terbaru yang menjadi korban dari aksi mencetak poin Doncic pada hari Jumat di Crypto.com Arena, ketika bintang Lakers itu mencetak 53 poin.

Doncic tampil tanpa henti di lini serang dan akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan 5 asis dan 5 rebound. Performa pemain berusia 27 tahun itu menjadi andalan utama serangan tim dalam kemenangan 124-118 atas Trail Blazers. Doncic mencetak 17 dari 33 tembakan dari lapangan dan juga berhasil memasukkan 5 dari 15 tembakan dari luar garis tiga poin.

Yang perlu diperhatikan, penampilan Doncic bukan sekadar penampilan dengan lebih dari 50 poin. Sebaliknya, itu jauh lebih bermakna bagi pemain berusia 27 tahun itu karena Doncic memecahkan dua rekor penting milik LeBron James dan Michael Jordan. Dengan penampilan serba bisanya dalam pertandingan tersebut, Doncic mencatatkan penampilan ke-62 dengan lebih dari 40 poin, 5 asis, dan 5 rebound.

Hal ini membantunya melampaui LeBron James dalam peringkat sepanjang masa NBA di usia 27 tahun. Doncic saat ini berada di peringkat ke-4 dalam peringkat sepanjang masa liga dalam hal statistik ini. Lebih lanjut, dengan penampilan Doncic melawan Portland, pemain berusia 27 tahun ini sekarang memiliki 348 poin setelah 9 pertandingan.

Hal ini membantu Doncic melampaui rekor Michael Jordan yang mencetak 347 poin dalam jumlah pertandingan yang sama. Dengan penampilan ini, Luka Doncic kini memperpanjang rekor mencetak lebih dari 35 poin dalam 7 pertandingan berturut-turut. Pemain berusia 27 tahun ini rata-rata mencetak lebih dari 38 poin per pertandingan, yang sungguh mencengangkan.

Apakah ini sekadar rentetan performa mencetak angka yang luar biasa, atau justru menjadi standar baru? Mungkinkah fenomena bersejarah yang spektakuler ini menjadi tolok ukur yang berkelanjutan?

"Saya rasa begitu," ujar Doncic, seraya menambahkan bahwa ia yakin bisa mempertahankan performa impresifnya saat ini dengan rata-rata 40,1 poin per pertandingan. "Namun, selama kami meraih kemenangan, itu sudah cukup bagi saya."

Bagi Lakers, Luka Doncic telah menjadi figur sentral dalam setiap strategi yang mereka terapkan di lapangan. Bersama Austin Reaves, Doncic memikul sebagian besar beban serangan tim. Terlepas dari tekanan yang dihadapinya untuk memberikan performa terbaik di setiap pertandingan, Doncic tidak pernah gentar.

Angka dan rata-rata skornya terus meningkat seiring berjalannya waktu, dan kepala pelatih Lakers, JJ Redick, tidak bisa berkata-kata untuk memuji penampilan Doncic.

"Tentu... saya hanya akan duduk dan suatu hari nanti akan mengumpulkan lebih banyak kata-kata pujian, jadi saya punya lebih banyak kata yang siap," kata Redick dalam konferensi pers pasca pertandingan. "Tapi untuk sekarang, saya tidak punya kata-kata."

Uniknya, Doncic justru tidak menanggapi pernyataan tentang rekor-rekor dan pencapaiannya dengan serius. Justru superstar asal Slovenia tersebut mengaku sedang bersenan-senang.

"Saya sangat menikmati. Jelas, bermain basket sangat menyenangkan bagi saya. Lebih menyenangkan lagi ketika Anda bermain seperti ini dan ketika Anda memenangkan pertandingan. Jadi, seperti inilah sepanjang hidup saya. Basket adalah impian saya, bermain di NBA adalah impian saya, jadi saya hanya menjalani impian saya," ujar Doncic.

Berkat Doncic, Lakers kini telah meningkatkan rekor mereka menjadi 8-2 di musim ini. Mereka akan menghadapi Detroit Pistons dan Atlanta Hawks selanjutnya pada tanggal 8 dan 9 November. (tor)

Foto: turkiyetoday.com

Komentar