Beban Anthony Edwards lebih berkurang. Minnesota Timberwolves membuat perubahan besar dalam jeda musim dengan mendatangkan LaMelo Ball. Tidak hanya bisa mencetak angka. LaMelo juga merupakan sahabat dekat Edwards.
LaMelo dan juga Josh Green bergabung dengan Timberwolves setelah pertukaran dengan Charlotte Hornets yang melibatkan empat tim. Dalam transaksi itu, Hornets menerima Naz Reid, Mouhamadou Gueye, dan beberapa hak pilih.
Kehadiran LaMelo membuat Edwards tidak lagi harus memikul tugas terlalu banyak sebagai pengatur serangan. Edwards bisa kembali lebih fokus menjalankan perannya sebagai shooting guard.
Edwards merasa dirinya dan LaMelo tidak membutuhkan waktu lama untuk membangun kekompakan. Keduanya sudah saling mengenal dan memiliki hubungan dekat di luar lapangan.
Baca juga: Arena Tandang Favorit Anthony Edwards, Madison Square Garden Tersulit
“Kami sebenarnya bahkan tidak perlu bermain bersama untuk membangun chemistry. Kami sudah dekat seperti saudara. Ketika berada di lapangan, tidak ada ego. Kami hanya ingin menang, apa pun cara yang harus dilakukan,” kata pemain berjuluk Ant-Man itu.
Kehadiran LaMelo pun membuat Edwards bisa bermain dengan cara yang berbeda. Musim lalu, Edwards mendapat tanggung jawab lebih besar sebagai ball handler utama. Hasilnya memang impresif dari sisi angka.
Edwards mencatat rata-rata 28,8 poin dengan tembakan terbaik karier 48,9 persen. Namun, peran tersebut juga membuat kontribusi playmaking Edwards ikut terbebani. Rata-rata asis Edward justru hanya 3,7 per gim. Perolehan terendah setelah musim rukinya.
Kini, Edwards tidak perlu memaksakan diri mengatur semuanya dalam tim. LaMelo merupakan point guard yang mampu menciptakan peluang untuk dirinya sendiri maupun rekan-rekannya.
Baca juga: Alasan Timberwolves Tidak Tambah Pemain Veteran
“Beberapa pertandingan mereka akan melakukan trap kepada saya. Beberapa pertandingan mereka mungkin melakukan trap kepadanya dan saya menjadi pengalih perhatian. Apa pun yang terjadi, kami akan mencari cara berbeda untuk menang,” ujarnya.
LaMelo sendiri tampil cukup produktif bersama Hornets musim lalu dengan rata-rata 20,1 poin, 4,8 rebound, dan 7,1 asis. Timberwolves berharap kemampuan playmaking tersebut bisa membuka lebih banyak ruang bagi Edwards untuk menyerang.
Musim 2026-2027 pun menjadi babak baru bagi Edwards. Ia tidak lagi hanya berbicara soal berapa banyak poin yang bisa dicetak. Ia punya targetnya lebih sederhana yakni menang.
“Dua tahun pertama, saya hanya mencoba mencari tahu bagaimana mencetak lebih banyak poin dan menjadi lebih efektif dalam menyerang. Sekarang, saya hanya melakukan apa pun yang diperlukan untuk menang,” kata Edwards. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502