NBA telah menjatuhkan hukuman berat untuk Los Angeles Clippers. Tapi bukan berarti kasus pelanggaran batasan gaji (salary cap) itu berakhir. Clippers belum bisa bernafas lega. Ada potensi kasus ini masuk ranah pidana setelah jaksa federal turun tangan.

Dilansir melalui laporan The New York Times, jaksa federal dari US Attorney’s Office for the Eastern District of New York telah membuka penyelidikan kriminal terhadap Clippers. Penyelidikan itu berkaitan dengan dugaan upaya Clippers mengakali aturan salary cap yang melibatkan Kawhi Leonard.

Penyelidikan federal itu masih dalam tahap awal. Belum diketahui apakah penyelidikan tersebut berujung pada tuntutan pidana. Namun, jaksa federal dilaporkan sudah mengeluarkan setidaknya satu surat panggilan untuk meminta informasi terkait kasus tersebut.

Baca juga: Transaksi Masih Tertunda, Raptors Tetap Ingin Pulangkan Kawhi Leonard

Investigasi dari NBA sendiri menemukan dugaan Clippers mengarahkan keuntungan dari kontrak papan skor Intuit Dome ke Kawhi melalui endorsement dari Daktronics. Perusahaan itu menuturkan kepada investornya bahwa mereka telah dihubungi SEC (Security and Exchange Commission) terkait kerja sama dengan Kawhi. Daktronics menyatakan siap membantu penyelidikan.

Kasus ini menjadi lanjutan dari penyelidikan internal NBA terhadap Clippers yang dimulai pada September 2025. NBA menunjuk firma hukum Wachtell, Lipton, Roses & Kats untuk menyelidiki Clippers.

Setelah berjalan hampir satu tahun, hasil penyelidikan menemukan bukti Clippers bersalah. NBA menjatuhi hukuman sangat berat. Clippers terkenda denda 30 juta Dolar AS dan kehilangan lima hak pilih putaran pertama pada 2029-2033.

Baca juga: Clippers dan Steve Ballmer Siapkan Gugatan untuk NBA

Kemudian pemilik Clippers Steve Ballmer diskors satu tahun dari seluruh aktivitas NBA dan tim. Skorsing beragam juga diberikan kepada Gillian Zucker (Presiden Operasi Bisnis), Lawrence Frank (Presiden Operasi Basket), Dennis Robertson (agen Kawhi).

Sedangkan Kawhi mendapat hukuman paling ringan. Juara NBA dua kali itu hanya terkena denda 700 ribu Dolar AS. Tidak ada skorsing yang artinya Kawhi tetap bisa bermain pada musim berikutnya.

Sejauh ini Clippers dan Ballmer membantah melakukan pelanggaran. Setelah NBA menjatuhkan sanksi, Clippers dan Ballmer dilaporkan mempersiapkan langkah hukum untuk menggugat NBA. Bahkan tuntutan kepada Pablo Torre yang merupakan pihak yang mengungkap kasus tersebut. (rag)

Foto: NBA

Komentar