IBL

Pacific Caesar Surabaya menjadi tim pertama yang menyelesaikan perjalanannya di IBL 2026. Mereka menjalani laga terakhir pada Minggu malam (3/5), melawan Hangtuah Jakarta, di GOR Pacific, Kenjeran, Surabaya. Hasilnya mengecewakan, karena Pacific kalah telak 84-108 dari Hangtuah. Pacific sendiri hanya menang dua kali di kandang sendiri sepanjang musim ini. 

Pacific memang sulit untuk menembus Playoffs lantaran jumlah kemenangan mereka hanya empat kali. Tetapi Pacific sendiri memiliki dua laga kandang untuk menutup musim ini, di pekan ke-13. Sayangnya dua laga tersebut tidak bisa mereka menangkan untuk sekadar memberikan keyakinan bagi Kaesar Family bahwa mereka akan bangkit musim depan. 

Pacific kalah 77-92 dari Rans Simba Bogor, pada hari Sabtu (2/5), dan kalah telak dari Hangtuah di laga terakhir. Dua kekalahan terakhir membuktikan bahwa Pacific tidak memiliki komposisi tim yang baik untuk menahan dua tim dengan bigman terbaik di liga saat ini. Rans punya Aaron Fuller dan Radoslav Pekovic yang semakin padu. Sementara Hangtuah punya Rakeem Christmas. 

"Kami dari pemain berharap musim depan manajemen merekrut bigman. Bisa lokal dari free agency, atau pemain asing yang punya kualitas lebih baik. Tetapi kami yakin, dan Kaesar Family juga harus meyakini bahwa tim kami akan bangkit musim depan," kata pemain Pacific, Daffa Dhoifullah. 

Perjalanan Pacific yang terjal musim ini memberikan gambaran bahwa mereka memiliki kendala dalam pemilihan pemain asing. Beberapa nama datang silih berganti sampai mereka menemukan kombinasi yang cocok untuk mendampingi AJ Bramah, yaitu Joseph Obasa dan Xavier Cannefax. Namun memang terlambat, mengingat mereka datang di 10 pertandingan terakhir. Sementara Pacific selama 10 pertandingan pertama kalah. 

Pacific membukukan rekor 0-11 sebelum mendapatkan kemenangan pertamanya, dengan mengalahkan Dewa United Banten di GOR Pacific, pada 8 Maret 2026. Kemenangan tersebut juga menjadi satu dari dua kemenangan kandang Pacific musim ini. Pacific hanya dua kali menang di rumah sendiri (2-8), dan punya rekor tandang yang sama (2-8) sepanjang musim. 

"Musim ini kami berterima kasih kepada semua pihak. Kami harap Kaesar Family tetap mendukung kami," kata asisten pelatih Pacific, Andi Prasetyo. "Manajamen sudah berusaha yang terbaik, dan kami akan bangkit musim depan. Target kami masih sama, yaitu berusaha untuk menembus playoff, dan semua akan mulai mempersiapkan diri menghadapi musim depan."

Hasil mengecewakan Pacific juga menjadi evaluasi manajemen, di mana musim ini merupakan musim penuh yang dipimpin oleh kepala pelatih Andika Supriadi Saputra. Pada musim 2025, dia mengambil alih di tengah musim dan berhasil membuat Pacific ada di peringkat sembilan dari 14 kontestan dengan rekor menang-kalah (11-15). Tetapi ketika memegang sejak awal musim, pelatih yang akrab disapa Coach Bedu tersebut hanya menang empat kali dari 20 pertandingan (4-16).

Pacific untuk musim kedua berturut-turut juga diperkuat AJ Bramah. Pemain asing asal Amerika Serikat tersebut rata-rata mencetak 30,4 poin dan 12,9 rebound dalam 20 laga di musim 2026. Tetapi performa impresif Bramah tidak mendapat dukungan dari pemain lainnya, khususnya dari pemain lokal. Defense menjadi pekerjaan rumah bagi Pacific. Terlihat di laga terakhir melawan Hangtuah, di mana tidak satu pun steal yang dihasilkan Pacific. Kurangnya upaya defense ini membuat Hangtuah bisa mencetak rekor, sebagai tim yang hanya melakukan satu turnovers saat mencetak skor dia atas 100 poin. (tor)

Foto: IBL Indonesia

Komentar